Perjalanan ke kota Tangerang menjadi perjalanan pertama
kami di Tahun ini layaknya kebanyakan orang menyongsong tahun baru. Kalau di
orang batak, sudah tradisi saling mengunjungi terutama keluarga yang lebih muda
mengunjungi keluarga yang lebih tua.
Perjalanan yang
indah, karena dalam kesederhanaan, saya bersama putri cantik kami dan suami
menikmati perjalanan ini dengan Commuterline Jakarta.
Dalam perjalanan
pulang ke Jakarta, tepat pada stasiun kedua setelah stasiun Tangerang, terlihat
seorang Ibu yang sedang mengandung bersama dua orang anaknya membawa plastik
hitam besar yang isinya saya pun kurang tau. Anak pertama perempuan sekitar
usia 5 tahun dan anak kedua laki-laki sekitar 2 tahun.
Dalam hati, saya
begitu iba dengan ibu tersebut dengan segala kondisi yang sedang dia alami saat
ini.
Kondisi kereta
tiba-tiba ramai ketika anak si ibu yang laki-laki menangis, dan tragisnya si
ibu memukul anak tersebut dan sampai terlempar ke ujung kursi. Sebuah
keberuntungan bagi anak tersebut karena tidak sengaja, badannya yang kecil
terlempar ke pelukan seorang laki-laki remaja yang merupakan salah satu
penumpang dari kereta kami.
Seluruh mata
tertuju kepada kejadian ini, dan ketika si anak menangis kembali, si ibu
kembali lagi mencubit si anak dengan emosi yang meluap-luap, sehingga anak
tersebut hanya bisa menangis dan menangis.
Seketika, iba saya
diawal berubah menjadi sebuah kemarahan dalam hati.
Menjadi pelajaran
bagi kita para ibu, seperti apa kasih sayang yang sudah kita berikan kepada
anak-anak kita?
Tidakkah kita
mengetahui bahwa satu bentakan, perkataan kasar, makian atau yang semacamnya
kepada anak yang masih dalam pertumbuhan akan berakibat sangat fatal? Karena
bentakan atau perbuatan kasar dapat membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu
juga. Dan bahkan sebuah pukulan atau cubitan yang disertai dengan bentakan maka
akan membunuh lebih dari bermilyar-milyarsel otak saat itu juga.
Akan tetapi
sebaliknya, dengan satu pujian, pelukan dan kasih sayang maka akan membangun
dengan sangat baik kecerdasan seorang anak dengan perkembangan otak anak yang
sangat cepat
Hai ibu-ibu yang
saat ini diberikan kepercayaan oleh yang Mahakuasa untuk menjaga anak yang saat
ini menjadi anugrah dalam pernikahan kita, mari sayangi mereka, mari berikan
yang terbaik. Kalaupun dia salah, dia tidak perlu dibentak bahkan dipukul, mari
nasehatin dengan lembut, maka dia akan mengerti karena setiap anak diciptakan
pikiran yang cerdas yang mampu memahami
_Life by love and to love_
God Bless Us
Tidak ada komentar:
Posting Komentar