Kamis, 01 Januari 2015

Pengalaman Berharga Di Sebuah Perjalanan



Perjalanan ke  kota Tangerang menjadi perjalanan pertama kami di Tahun ini layaknya kebanyakan orang menyongsong tahun baru. Kalau di orang batak, sudah tradisi saling mengunjungi terutama keluarga yang lebih muda mengunjungi keluarga yang lebih tua.

Perjalanan yang indah, karena dalam kesederhanaan, saya bersama putri cantik kami dan suami menikmati perjalanan ini dengan Commuterline Jakarta.

Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, tepat pada stasiun kedua setelah stasiun Tangerang, terlihat seorang Ibu yang sedang mengandung bersama dua orang anaknya membawa plastik hitam besar yang isinya saya pun kurang tau. Anak pertama perempuan sekitar usia 5 tahun dan anak kedua laki-laki sekitar 2 tahun.

Dalam hati, saya begitu iba dengan ibu tersebut dengan segala kondisi yang sedang dia alami saat ini.
Kondisi kereta tiba-tiba ramai ketika anak si ibu yang laki-laki menangis, dan tragisnya si ibu memukul anak tersebut dan sampai terlempar ke ujung kursi. Sebuah keberuntungan bagi anak tersebut karena tidak sengaja, badannya yang kecil terlempar ke pelukan seorang laki-laki remaja yang merupakan salah satu penumpang dari kereta kami.

Seluruh mata tertuju kepada kejadian ini, dan ketika si anak menangis kembali, si ibu kembali lagi mencubit si anak dengan emosi yang meluap-luap, sehingga anak tersebut hanya bisa menangis dan menangis.

Seketika, iba saya diawal berubah menjadi sebuah kemarahan dalam hati.
Menjadi pelajaran bagi kita para ibu, seperti apa kasih sayang yang sudah kita berikan kepada anak-anak kita?

Tidakkah kita mengetahui bahwa satu bentakan, perkataan kasar, makian atau yang semacamnya kepada anak yang masih dalam pertumbuhan akan berakibat sangat fatal? Karena bentakan atau perbuatan kasar dapat membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Dan bahkan sebuah pukulan atau cubitan yang disertai dengan bentakan maka akan membunuh lebih dari bermilyar-milyarsel otak saat itu juga.

Akan tetapi sebaliknya, dengan satu pujian, pelukan dan kasih sayang maka akan membangun dengan sangat baik kecerdasan seorang anak dengan perkembangan otak anak yang sangat cepat

Hai ibu-ibu yang saat ini diberikan kepercayaan oleh yang Mahakuasa untuk menjaga anak yang saat ini menjadi anugrah dalam pernikahan kita, mari sayangi mereka, mari berikan yang terbaik. Kalaupun dia salah, dia tidak perlu dibentak bahkan dipukul, mari nasehatin dengan lembut, maka dia akan mengerti karena setiap anak diciptakan pikiran yang cerdas yang mampu memahami


_Life by love and to love_
God Bless Us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alumni yang Profesional & Berintegritas

Dua minggu lalu, saya dan suami memutuskan untuk mengikuti sebuah seminar alumni yang diselenggarakan oleh PERKANTAS Jakarta. Tidak kebetu...