Jumat, 30 Desember 2011

Ketika uang telah menjadi segalanya



“Berapa bu makanannya?”
“55.000 bu”
“Emang berapa ikan satu porsi? bebek satu porsi?”
“Ikannya 23.000, bebeknya 22.000”
“ohhh....tolong ya bu buatin notanya, tapi di notanya masukin saja 60.000, saya mau reinbures”

Sejenak aku menolehkan pandangan, terlihat olehku 2 orang ibu yang berumur  40 tahunan, di sebuah warung pecel lele dimana aku singgah makan malam hari ini. Pakaiannya tidak bisa menunjukkan sedikitpun identitas bagiku karena kondisinya memang sudah waktu santai menikmati makan malam.

Terbersit pertanyaan dalam benakku, kenapa hanya karena 5000 rupiah rupiah, seorang ibu sanggup membuat nota palsu? Kenapa hanya untuk 60.000 , seorang ibu tidak rela mengeluarkan uang bayaran dari dompetnya sendiri? Sementara sangat nyata bahwa makanan itu adalah kebutuhan pribadi, dan saat itu bukanlah jam kerja, jika dia seorang pekerja, bukan juga kondisi meeting, jika dia seorang aktifis dalam organisasi.

Ada apa dengan uang? Kenapa uang sepertinya menjadi alat yang bisa mengendalikan manusia? Bukankah seharusnya uang lah yang dikendalikan oleh manusia?

Uang di dompet serasa tidak cukup, pakaian-pakaian di lemari terasa membosankan dipakai, naik angkot ke suatu tempat menjadi penyebab kemalasan, kumpul-kumpul dengan teman-teman tanpa mode yang berubah-ubah menjadi sangat memalukan.

Kita tidak akan pernah puas dengan apa yang kita miliki. Lagi,, lagi dan lagi, sampai batas yang kita pun tidak tahu. Inilah dinamakan nafsu. Dan ketika nafsu ini telah menguasai kita, maka tak jarang, orang-orang menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan apa yang dinamakan dengan “uang”. Tidak lagi perduli dengan apa yang dinamakan dengan dosa, tidak lagi perduli dengan apa yang menjadi resiko, tidak lagi perduli terhadap pengaruh nya buat sekeliling.

“Tidak pernah puas dan tidak pernah bersyukur akan apa yang kita miliki akan membuat kita menjadi orang yang senantiasa kekurangan, akan membuat kita menjadi orang yang rakus, akan membuat kita menjadi orang yang tamak”.


Janganlah dirimu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman : Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”
__ Ibrani 13:5” __


_Life by love and to love_
God bless us

Alumni yang Profesional & Berintegritas

Dua minggu lalu, saya dan suami memutuskan untuk mengikuti sebuah seminar alumni yang diselenggarakan oleh PERKANTAS Jakarta. Tidak kebetu...