Tahun ini, anak perempuan saya,
Bella sudah berusia 4 tahun. Usia yang kebanyakan orang tua sudah memberangkatkan
anak-anaknya ke jenjang pendidikan. Sebenarnya pada saat tahun ajaran baru nanti,
Bella masih 4 tahun 5 bulan. Sangat dilemma rasanya untuk mendaftarkannya ke
sekolah PG/TK, mengingat begitu banykanya informasi dan persyaratan bahwa usia
anak memasuki Sekolah Dasar (SD) nantinya adalah 7 tahun. Jadi, kalau dihitung
mundur, seorang anak memasuki TK A minimal di usia 5 tahun.
Semakin aku membaca artikel
tetang usia anak sekolah, semakin hatiku bimbang. Di satu sisi, aku adalah tipe
ibu yang cepat terkagum-kagum ketika melihat anak yang seusia Bella sudah bisa
banyak hal. Tapi di satu sisi, aku mengingat saran dari para ahli psikologi,
agar anak jangan masuk sekolah terlalu dini karena usia anak-anak adalah usia
untuk bermain-main.
Akhirnya, aku putuskan share dengan beberapa teman yang anaknya
seusia dengan Bella. Dan dengan berbagai hal dan masukan, akhirnya aku putuskan
kalau Bella akan memasuki TK A di usia 4 tahun 5 bulan, artinya Bella akan
memasuki dunia pendidikan Sekolah Dasar pada usia 6 tahun 5 bulan nantinya.
Setelah sampai kepada keputusan
akan memasukkan Bella ke TK A, ternyata bukan hal yang mudah untuk memilih
sekolah yang benar-benar sesuai dengan perkembangan anak-anak. Ada beberapa hal
yang aku pertimbangkan, antara lain:
- Sekolah/TK yang tidak terlalu menuntuk akademis (belajar huruf, belajar baca, atau apalh itu)
- Sekolah/TK yang bisa membuatnya meningkatkan keimanan dan pengetahuannya tentang agamanya
- Sekolah/TK yang memiliki tenaga pengajar yang sabar, perduli dan membimbing
Bukan hal yang mudah
ternyata..hahahha
Yang pertama yang saya lakukan
adalah dengan membuat daftar list sekolah/TK yang terdekat dan saat itu ada 3
sekolah dalam List-ku. Yang pertama TK Boncel di daerah Lenteng Agung, TK Happy
Holy Kids (HHK) Gandul, dan TK Happy
Holy Kids (HHK) Kamboja.
Yang pertama, untuk TK Boncel,
aku belum sempat survey ke tempat, tapi secara jarak, sekolah ini adalah
sekolah yang paling dekat dengan rumah kami. Tapi, saat aku mau survey ke
tempat, saya dapat saran dari istri Om saya saat itu, “kalau bisa jangan
sekolah yang Katolik, kalau bisa sekolah protestan saja yang sesuai dengan
agama kita”, dan beliu menyarankan salah satunya Sekolah HHK. Katolik dan
protestan sebenarnya tidak jauh beda sih, tapi sedikit berpikir-pikir, dalam
hati, “benar juga yah, toh tujuannya Bella aku antarkan ke TK adalah untuk
semakin mengenal lingkungan dan bersosial”. Harapannya dalam bersosial dia
mendapat tuntunan keimanan yang sepadan.
Akhirnya aku putuskan untuk
mencoret TK Boncel dalam listku. Akhirnya aku fokus dengan HHK. Kebetulan juga
di gereja ada teman yang anaknya berada di TK A HHK Kamboja, dan setelah
bercerita banyak hal, dari sisi beliau, sekolah ini termasuk dalam kategori
yang bagus, memiliki guru-guru yang baik dan peduli.
Karena dalam listku ada 2 HHK,
akhirnya aku putuskan untuk survey ke HHK yang paling dekat dengan rumah. Aku
putuskan untuk survey ke HHK Gandul. Pada saat saya survey, ternyata HHK yang
saya tuju saat itu sudah pindah dan untungnya kebetulan ada nomor kontak yang
dibuat di spanduk di gedung lama, dan akupun menulusuri tempat HHK Gandul yang
baru yang saat itu berpindah ke Pangkalan Jati.
Setelah tiba di gedung HHK yang
baru, aku coba cek googlemap lagi,
ternyata jaraknya ke rumah berubah, yang tadinya cuma 4 km, sekarang jadi 8,8
km. Satu sisi, positifnya, HHK Gandul ada jalur transportasi umum dari depan
rumah. Tapi ketika aku perhatikan dengan seksama posisi HHK Gandul, berada di sebuah
rumah/gedung yang persis di depan jalan raya, akhirnya aku urungkan untuk masuk
survey. Karena dari segi tempat bagiku agak kurang nyaman persis di depan jalan
raya.
Akhirnya aku survey ke HHK
Kamboja. Berada di lingkungan sekolah ini, rasanya lega. Memiliki gedung yang
nyaman (kebetulan HHK Kamboja juga ada sekolah tingkat SD), lapangan yang
sangat luas, kantin tempat orang tua menunggu anak-anak. Minusnya sih, sekolah
ini lumayan jauh dari rumah, sekitar 7 km. Namun, aku suka dari jam belajarnya,
ternyata di HHK Kamboja ada 2 jam pelajaran. Ada yang masuk jam 07.30 dan ada
yang 09.30
Dengan pertimbangan banyak hal,
akhirnya aku putuskan untuk mendaftarkan Bella ke TK HHK Kamboja. Semoga kelak
di sekolah ini Bella betah dan bisa bersosialisasi. Saat itu aku putuskan untuk
memilih yang jam 09.30, karena aku ga mau Bella merasa terpaksa sekolah karena
harus bangun pagi-pagi. Dengan jam belajar agak siangan, saya berharap dia bisa
bangun sesuka hatinya tanpa megubah jam tidurnya, karena pertimbangannya adalah
usianya yang adalah usia dimana dia masih harus bermain.
Biaya Sekolah di HHK Kamboja ini
lumayan fantastis…wkaakkakak. Untuk Uang Pangkal saya harus bayar sekitar 9,5
juta termasuk SPP bulan pertama. Dan untuk SPP perbulan 500ribu. Sebagai ibu
muda yang baru pertama kali memberangkatkan anaknya ke dunia sekolah,
sebenarnya shock sih. Tapi mungkin inilah sudah jamannya yang sangat jauh
berbeda dengan jaman saya mama nya dulu.
Setelah pendaftaran saat itu,
Bella langsung diminta ikut hadir pada saat pengembalian formulir untuk
menentukan ukuran baju. Melihat Bella pakai seragam sekolah saat itu, sedih
rasanya, ternyata putir pertamaku sudah bertumbuh besar.
Semoga usaha untuk menemukan
sekolah buat Bella menjadi usaha terbaik yang kami lakukan dan semoga Bella
nyaman di dalamnya.
_Life by love and to love_
God Bless

Tidak ada komentar:
Posting Komentar