Pertanyaan pertama
yang akan saya tanyakan sebelum memulai cerita saya adalah “Kapan dan hal apa yang engkau ingat dan betul-betul
engkau rasakan Tuhan menjawab doa mu?”
Pertanyaan gampang,
tapi penting untuk terus kita renungkan dalam hidup kita.
Kenapa? Ketika kita
belajar mengingat perbuatan Tuhan dalam hidup kita, disitulah kita akan
diingatkan untuk bersyukur betapa baiknya Tuhan itu.
Tepat di awal
tahun, tanggal 09 Januari 2015, ketika kita masih mengawali hari di tahun baru
ini, saya merasakan kebaikan Tuhan yang luar biasa.
Sebagai keluarga
muda, yang masih berpenghasilan pas-pas an, kami mengalami kesulitan dalam
masalah keuangan, kebetulan kami juga baru melakukan KPR cicilan rumah.
Gaji yang kami
peroleh di akhir bulan, baik gaji saya juga suami saya, seketika habis karena
harus bayar cicilan rumah, cicilan pinjaman untuk DP rumah, belum lagi
kebutuhan rumah.
Dan setiap saya dan
suami mulai bimbang, kami belajar saling nguatin, “Tuhan pasti cukupkan”
Tepat di tanggal 7 Januari,
jujur, kami tidak lagi memiliki duit satu rupiah pun. Tapi, kebetulan, sepupu
suami saya sedang pegang duit 600 ribu, duit yang seharusnya dikirim ke
kampung, tapi belum dapat ditransfer karena belum ada info.
Malamnya, kita
ngomong ke sepupu:
“Kapan kamu kirim
duitnya?”
“Belum tau, belum
dikirim no rekeningnya”
“Boleh kami pinjam
dulu sementara sebelum ditransfer ke kampung? Ntar kalau sudah ada info dari
kampung, kita langsung transfer balik”
Sebenarnya hati ini
begitu malu rasanya, tetapi itu harus dilakukan. Dan malam itupun, duit ada di
tangan. Seketika lega karena ada pegangan
Keesokan harinya
tepat jam 10 pagi, sepupu saya sms:
“Bun..duitnya
transfer aj sekarang yah, no rekeningnya sudah dikirim mama”
Dalam hati hancur
rasanya, belum lagi itu duit 1x24 jam dipegang, sudah harus ditransfer lagi.
Seketika saya telp suami saya
“Ayah, Apin sudah
minta duitnya ditransfer ke kampung, katanya sudah dikasih no rek nya dari
kampung”
“Waduh..gmana itu,
ayah sudah pake buat bayar listrik tadi, mau gimana lagi”
“Jadi gimana dong”
“Ya sudah, bilang
aj dulu kalau ayah lagi di lapangan, ga bisa kirim duitnya sekarang, besok aj”
Alasan itu pun kuat
untuk mengcancel transfer duit tersebut.
Tapi dalam hati
hancur bangat rasanya, kok rasanya hidup ini begitu susah yah. Tapi dalam hati
tetap berkata, ajar aku Tuhan untuk menikmati hari-hari ini walaupun kondisi
sekarang susah untuk menikmatinya.
Sekitar jam 3-an
sore, sms saya berbunyi, seketika saya buka, dari 3355.. “Kredit sebesar
2.000.000......”
Sekujur tubuh serasa
lemas, air mata hampir mengalir. Tak sanggup berkata-kata untuk menyatakan
betapa baik dan mengertinya Tuhan itu.
Dan saat itu juga,
say buka hp saya, saya tulis di note :
“Hari ini aq
menyaksikan karya Tuhan yg begitu luar biasa..
Menjawab doa disaat
hampir tiada harapan..
Terimakasih
Tuhann..
Terimakasih buat
suamiku yg terus membimbingku utk percaya dgn iman..
Mengingatkanku
terus utk tdk lupa berserah padaMU”
Seketika saya telp
suami saya:
“Ayah, ada kabar
baik”
“apa itu”
“Ada duit masuk”
“Berapa?”
“2 juta”
“Thanks God”
“Baik bangat ya
ayah Tuhan itu. Mengerti bangat akan kondisi kita”
“Iyah..Just Thank
You God”
Mungkin, bagi
kebanyakan orang, duit sejumlah 2 juta rupiah adalah hal yang kecil, tapi bagi
kami saat itu, duit itu adalah hal yang begitu luar biasa. Disaat kami tidak
memiliki duit pegangan, bahkan harus mentransfer duit yang sudah terlanjur kami
pakai.
Tidak cukup sampai
disitu, sorenya sehampir pulang kerja, ada surat panggilan masuk, perihal
panggilan tugas ke Yogyakarta.
Lagi-lagi kami
bersyukur, karena dalam pelaksanaan tugas luar, kita ada biaya perjalanan dinas
diberikan kantor.
Just Thank You God
Pentingnya doa
dalam hidup kita, Saya tertarik untuk belajar dari Yakobus 5 : 16 – 18 :
“5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu q dan saling mendoakan, supaya kamu
sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan
yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 5:17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh
berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga
tahun dan enam bulan.5:18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya”
- Mengaku dosa
Ayat ini diawali dengan ajakan untuk saling mengaku doa dan
saling mendoakan. Ada esensi yang dapat kita pelajari, bahwa doa bukan hanya
sekedar daftar permohonan kepada Tuhan, tetapi lebih kepada penyerahan. Mengaku
dosa menekankan kepada kita untuk membawa diri kepada Tuhan, mengakui keberadaan
kita sebagai orang berdosa, orang yang keseharian pasti jatuh dalam dosa, orang
yang sebenarnya tidak layak untuk datang kepada Tuhan.
- Saling mendoakan
Kita tidak diajak untuk menyatakan daftar permohonan kita
kepada Tuhan, tetapi kita diajak untuk saling mendoakan, artinya kita mendoakan
orang lain. Kita belajar untuk menghilangkan ego, belajar untuk tidak
memikirkan diri dan segala kebutuhan dan permasalahn kita.
- Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Satu ayat yang erat kaitannya dengan hal ini, Matius 18 :
19 :” Dan lagi Aku berkata
kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan
oleh Bapa-Ku yang di sorga”
Apa yang dapat kita pelajari dari nats ini? Kita belajar
untuk mengimani doa yang kita panjatkan. Dan dalam hal ini, Tuhan berjaanji
bahwa ketika kita sepakat meminta apapun, maka akan dikabulkan. Alangah
indahnya..
Belajar dari Elia pada ayat 17, jelas dikatakan bahwa Elia
adalah orang biasa. Ayat ini menekankan bahwa Elia sama seperti kita, manusia
biasa. Tapi, ada satu hal yang dilakukan Elia dengan sungguh-sungguh, yaitu
berdoa. Ketika Elia meminta hujan jangan turun, maka hujan tidak turun, dan
ketika Elia meminta hujan turun, maka hujan turun.
Lalu, apa yang kita
ragukan? Kalau Elia bisa, kenapa kita tidak bisa?
Namun, ada hal yang
perlu kita ingat dalam berdoa:
“Doa adalah
penyembahan dan puji-pujian kepada Allah”
“Doa adalah
penyerahan penuh kepada Allah”
“Doa adalah
hubungan yang intim kepada Allah”
Mari
belajar membangun mezbah doa, bukan doa yang 5 menit, 10 menit, tapi doa yang
kita lakukan ber jam-jam, bahkan kurang, karena tak cukup kata-kata dan
puji-pujian yang aada di dunia ini untuk melukiskan kebaikan dan kebesaran
Tuhan.
Mari kita abaikan kelelahan kita, abaikan mata kantuk, disiplinkan diri untuk menjadi anak Tuhan yang taat. Mulai sekaarang, tidak besok..
_life by love and to love_
God Bless us
Tidak ada komentar:
Posting Komentar