Sabtu, 17 Maret 2018

Alumni yang Profesional & Berintegritas


Dua minggu lalu, saya dan suami memutuskan untuk mengikuti sebuah seminar alumni yang diselenggarakan oleh PERKANTAS Jakarta. Tidak kebetulan, pembicara yang akan memberikan materi saat itu adalah Pak Ruly Simandjuntak, yang namanya sudah saya dengar dan dijadikan teladan sejak tahun 2009 waktu di Pelayanan Mahasiswa dulu. Beliau juga adalah mantan seorang karyawan di salah satu Perusahaan BUMN dulunya.


Bersyukur banyak hal yang menyentuh hati, jiwa dan raga. Pernyataan yang sangat berkesan pada saat pembukaan materi, “Tidak cukup menjadi pekerja yang baik dan jujur kalau kita tidak memberi karya yang berdampak”. Ibarat dalam sebuah permainan sepak bola, gol tidak akan pernah dicetak jika tim hanya berperan sebagai pemain bertahan. Tetapi harus ada tim yang berperan sebagai penyerang yang mencetak gol. Inilah yang disebut dengan Profesional. Dan sebaliknya, kita tidak bisa hanya berperan sebagai tim penyerang tanpa tim pemain bertahan, karena ketika ada serangan balik maka kita akan kalah. Inilah yang disebut dengan integritas.

Jujur, sebagai seorang pekerja di salah satu perusahaan negara, pernyataan ini membuatku terpukul. Terpukul karena standar menjadi profesional tidak cukup dengan bekerja baik, rajin, benar, jujur dan taat sesuai dengan kaidah perusahaan saja. Tetapi profesional menuntut untuk menghasilkan karya bagi kemajuan masyarakat. Ini menjadi sebuah tantangan. Tetapi saya menyadari bahwa untuk itulah kita dipanggil bekerja. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga (Mat 5:16)”.

Menjadi seorang yang profesional berarti menjadi seseorang yang terus berusaha menghasilkan karya yang terbaik, memiliki semangat melayani yang luar biasa, dapat dipercaya melakukan tugas dan tanggungjawab.

Kita bisa menjadi seorang profesional ketika kita berperan di suatu bidang yang memang menjadi panggilan kita, dan bukan sekedar “ikut-ikutan”. Ikut-ikutan melamar pekerjaan ke perusahaan A ketika banyak orang yang melamar pekerjaan ke Perusahaan A. Dalam seminar ini secara pribadi, saya diingatkan kembali untuk benar-benar menilai bakat dan kemampuan dengan cermat, belajar dan berlatih untuk fokus pada bidang tertentu dan tidak meluas, menangkap visi dari situasi dan kondisi lingkungan masyarakat dan perkembangan.

Mungkin ada banyak orang yang takut untuk berpindah/resign dari pekerjaan yang saat ini dia geluti walaupun pekerjaan itu bukanlah passion yang dimilikinya. Namun, profesional menekankan untuk tidak  takut ambil keputusan untuk beralih ke suatu bidang pekerjaan lain ketika kita menyadari bahwa bakat dan kemampuan kita bukan di bidang yang saat ini kita geluti. Terlepas pekerjaan dan penghasilan yang kita peroleh menjadi zona nyaman bagi kita, tetapi jadilah seorang pribadi yang menggunakan daya dan upaya yang sesuai, karena perkembangan dunia menuntut orang yang profesional.

Menjadi seorang yang profesional tidak pernah terlepas dari seorang pribadi yang berintegritas ketika kita berbicara akan sebuah perubahan bangsa, Karena integritas adalah kunci memperbaiki kondisi bangsa yang sedang terpuruk saat ini. Kurangnya integritas dalam kehidupan bermasyarakat dalam bangsa kita, membuat bangsa ini sulit maju di tengah-tengah bangsa-bangsa di dunia.

Saya kembali diingatkan bawah seorang pekerja yang berintegritas adalah mereka yang mendahulukan kebenaran dalam hidup, mereka yang bertanggungjawab akan tindakannya, mereka yang melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati, mereka yang berlaku jujur, mereka yang memiliki keharmonisan hidup dalam keluarga, pekerjaan dan pelayanan, mereka yang memiliki keseimbangan hidup pribadi dalam roh, jiwa dan tubuh, mereka yang bekerja sesuai panggilan hidupnya, mereka yang rela berkorban/menderita untuk suatu misi yang Mulia.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang yang berintegritas, kita bisa mulai dengan setia dalam perkara perkara kecil, belajar disiplin dalam segaala hal, baik waktu, kesehaatan, keuangan, keluarga juga pelayanan, belajar menghadapi dan mengatasi tantangan hidup dengan tidak gentar, dan tidak lupa yang paling penting adalah melibatkan diri dalam pelayanan, karena dengan demikianlah kita akan terus belajar bergantung kepada sang pemiliki Hikmat dan Kepintaran.
Saya sungguh bersyukur boleh mengikuti seminar ini, karena sebagai seorang alumni yang bekerja, kita perlu diisi akan banyak hal, yang paling tidak mengingatkan kita untuk tetap berjalan dalam rel nya Allah.

Bekerja untuk uang, untuk kepuasan, untuk mencari ilmu, akan membuat kita frustasi, karena semuanya itu tidak akan ada habisnya. Tetapi ketika kita bekerja untuk dipakai Tuhan untuk menyatakan karyaNya maka kita akan bahagia.

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

_Life by love and to love_
God Bless

Jumat, 02 Maret 2018

Memilih Sekolah Perdana Buat Bella


Tahun ini, anak perempuan saya, Bella sudah berusia 4 tahun. Usia yang kebanyakan orang tua sudah memberangkatkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan. Sebenarnya pada saat tahun ajaran baru nanti, Bella masih 4 tahun 5 bulan. Sangat dilemma rasanya untuk mendaftarkannya ke sekolah PG/TK, mengingat begitu banykanya informasi dan persyaratan bahwa usia anak memasuki Sekolah Dasar (SD) nantinya adalah 7 tahun. Jadi, kalau dihitung mundur, seorang anak memasuki TK A minimal di usia 5 tahun.

Semakin aku membaca artikel tetang usia anak sekolah, semakin hatiku bimbang. Di satu sisi, aku adalah tipe ibu yang cepat terkagum-kagum ketika melihat anak yang seusia Bella sudah bisa banyak hal. Tapi di satu sisi, aku mengingat saran dari para ahli psikologi, agar anak jangan masuk sekolah terlalu dini karena usia anak-anak adalah usia untuk bermain-main.

Akhirnya, aku putuskan share dengan beberapa teman yang anaknya seusia dengan Bella. Dan dengan berbagai hal dan masukan, akhirnya aku putuskan kalau Bella akan memasuki TK A di usia 4 tahun 5 bulan, artinya Bella akan memasuki dunia pendidikan Sekolah Dasar pada usia 6 tahun 5 bulan nantinya.

Setelah sampai kepada keputusan akan memasukkan Bella ke TK A, ternyata bukan hal yang mudah untuk memilih sekolah yang benar-benar sesuai dengan perkembangan anak-anak. Ada beberapa hal yang aku pertimbangkan, antara lain:
  1. Sekolah/TK yang tidak terlalu menuntuk akademis (belajar huruf, belajar baca, atau apalh itu)
  2. Sekolah/TK yang bisa membuatnya meningkatkan keimanan dan pengetahuannya tentang agamanya
  3. Sekolah/TK yang memiliki tenaga pengajar yang sabar, perduli dan membimbing
Bukan hal yang mudah ternyata..hahahha

Yang pertama yang saya lakukan adalah dengan membuat daftar list sekolah/TK yang terdekat dan saat itu ada 3 sekolah dalam List-ku. Yang pertama TK Boncel di daerah Lenteng Agung, TK Happy Holy Kids  (HHK) Gandul, dan TK Happy Holy Kids (HHK) Kamboja.

Yang pertama, untuk TK Boncel, aku belum sempat survey ke tempat, tapi secara jarak, sekolah ini adalah sekolah yang paling dekat dengan rumah kami. Tapi, saat aku mau survey ke tempat, saya dapat saran dari istri Om saya saat itu, “kalau bisa jangan sekolah yang Katolik, kalau bisa sekolah protestan saja yang sesuai dengan agama kita”, dan beliu menyarankan salah satunya Sekolah HHK. Katolik dan protestan sebenarnya tidak jauh beda sih, tapi sedikit berpikir-pikir, dalam hati, “benar juga yah, toh tujuannya Bella aku antarkan ke TK adalah untuk semakin mengenal lingkungan dan bersosial”. Harapannya dalam bersosial dia mendapat tuntunan keimanan yang sepadan.

Akhirnya aku putuskan untuk mencoret TK Boncel dalam listku. Akhirnya aku fokus dengan HHK. Kebetulan juga di gereja ada teman yang anaknya berada di TK A HHK Kamboja, dan setelah bercerita banyak hal, dari sisi beliau, sekolah ini termasuk dalam kategori yang bagus, memiliki guru-guru yang baik dan peduli.

Karena dalam listku ada 2 HHK, akhirnya aku putuskan untuk survey ke HHK yang paling dekat dengan rumah. Aku putuskan untuk survey ke HHK Gandul. Pada saat saya survey, ternyata HHK yang saya tuju saat itu sudah pindah dan untungnya kebetulan ada nomor kontak yang dibuat di spanduk di gedung lama, dan akupun menulusuri tempat HHK Gandul yang baru yang saat itu berpindah ke Pangkalan Jati.

Setelah tiba di gedung HHK yang baru, aku coba cek googlemap lagi, ternyata jaraknya ke rumah berubah, yang tadinya cuma 4 km, sekarang jadi 8,8 km. Satu sisi, positifnya, HHK Gandul ada jalur transportasi umum dari depan rumah. Tapi ketika aku perhatikan dengan seksama posisi HHK Gandul, berada di sebuah rumah/gedung yang persis di depan jalan raya, akhirnya aku urungkan untuk masuk survey. Karena dari segi tempat bagiku agak kurang nyaman persis di depan jalan raya.

Akhirnya aku survey ke HHK Kamboja. Berada di lingkungan sekolah ini, rasanya lega. Memiliki gedung yang nyaman (kebetulan HHK Kamboja juga ada sekolah tingkat SD), lapangan yang sangat luas, kantin tempat orang tua menunggu anak-anak. Minusnya sih, sekolah ini lumayan jauh dari rumah, sekitar 7 km. Namun, aku suka dari jam belajarnya, ternyata di HHK Kamboja ada 2 jam pelajaran. Ada yang masuk jam 07.30 dan ada yang 09.30

Dengan pertimbangan banyak hal, akhirnya aku putuskan untuk mendaftarkan Bella ke TK HHK Kamboja. Semoga kelak di sekolah ini Bella betah dan bisa bersosialisasi. Saat itu aku putuskan untuk memilih yang jam 09.30, karena aku ga mau Bella merasa terpaksa sekolah karena harus bangun pagi-pagi. Dengan jam belajar agak siangan, saya berharap dia bisa bangun sesuka hatinya tanpa megubah jam tidurnya, karena pertimbangannya adalah usianya yang adalah usia dimana dia masih harus bermain.

Biaya Sekolah di HHK Kamboja ini lumayan fantastis…wkaakkakak. Untuk Uang Pangkal saya harus bayar sekitar 9,5 juta termasuk SPP bulan pertama. Dan untuk SPP perbulan 500ribu. Sebagai ibu muda yang baru pertama kali memberangkatkan anaknya ke dunia sekolah, sebenarnya shock sih. Tapi mungkin inilah sudah jamannya yang sangat jauh berbeda dengan jaman saya mama nya dulu.
Setelah pendaftaran saat itu, Bella langsung diminta ikut hadir pada saat pengembalian formulir untuk menentukan ukuran baju. Melihat Bella pakai seragam sekolah saat itu, sedih rasanya, ternyata putir pertamaku sudah bertumbuh besar.


Semoga usaha untuk menemukan sekolah buat Bella menjadi usaha terbaik yang kami lakukan dan semoga Bella nyaman di dalamnya.



_Life by love and to love_
God Bless

Selasa, 16 Januari 2018

House of Sacrifice

Saya meyakini bahwa setiap orang memiliki sebuah kebiasaan dan kesukaan tersendiri dalam beribadah, baik dari sisi waktu, tempat maupun suasananya. Dan setiap orang memiliki perspektif yang berbeda-beda tergantung dari pribadi masing-masing

Saya pribadi terkadang paling suka berdoa di tempat yang suasananya hening, tetapi bukan hening ruangan, tetapi hening diiringi suasana alam yang indah. Aliran air yang masih terdengar, udara segar yang masih berhembus, oh betapa teduhnya.

Terlalu lama rasanya saya tidak menemukan tempat seperti itu setelah kurang lebih 9 tahun saya sempat merasakan tempat seperti itu waktu saya masih kuliah. Dan kerinduan ini benar-benar sangat menusuk. Ingin sekali rasanya menemukan tempat seperti itu di kota Jakarta ini. Mungkinkah...???

Iseng-iseng saya mulai bertanya pada om google, dan banyak tempat yang disarankan. Namun saya tertarik dengan satu tempat yang direkomendasikan, “house of sacrifice”. Dari penjelasan om google tempat ini memiliki goa doa. Dalam hati saya, lumayanlah buat menenangkan pikiran.

Karena jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, akhirnya saya tekadkan untuk mengunjungi tempat tersebut. Sehabis jam kantor, saya tidak langsung pulang ke rumah, saya sengaja mengarahkan pesanan gojek saya ke tempat tersebut.

Sampai di tempat itu, saya langsung diarahkan ke ruangan penjaga dan diberikan badge name setelah registrasi. Dari tempat registrasi, saya belum bisa melihat langsung seperti apa sesungguhnya tempat tersebut. Dan karena masih pertama kali kesana, terpaksa saya bertanya dimana “goa doa” supaya saya tidak kesasar dan saya diarahkn jalan mengikuti arah menuju ke bawah.

Halaman depan gerbang masuk House of Sacrifice

Suasana Yang Teduh
Sekitar 50 meter dari tempat registrasi, saya sudah bisa menyaksikan betapa teduhnya tempat ini. Pepohonan hijau yang akan membuat mata kita terasa segar. Bersih, cerah, menakjubkan. Dokumentasi yang sempat saya capture dari atas sebelum saya turun ke bawah.

Tampak atas halaman goa doa

 Goa Doa untuk Berdoa
Setelah turun ke area doa, tempat pertama yang akan kita temui adalah goa-goa doa, yang menurut informasi, terdapat 81 goa doa yang di bangun di tempat ini.
Goa-goa doa yang disediakan untuk berdoa

Setiap goa doa hanya untuk 1 orang saja, dan jika kita masuk ke dalam goa doa tersebut, terdapat sebuah meja kecil dan sebuah matras. Menurut perkiraan saya, matras ini adalah alas untuk kita berdoa di goa tersebut.  
Suasana bagian dalam goa doa

Taman untuk beribadah
Karena saya masih penasaran dengan tempat ini, saya tidak langsung berdoa di goa doa yang telah disediakan, saya berjalan kembali kebawah, melewati kolam ikan yang tersedia di tempat itu. Dan alangkah menakjubkan, tempat ini ditata begitu indah dan di design agar kita benar-benar merasa nyaman dan teduh. 
Taman doa untuk beribadah

Taman yang cukup luas yang ditata dengan bunga-bunga indah, dan pepohonan-peohonan yang tidak terlalu tinggi dan diantaranya ditempatkan pendopo-pendopo ukuran sekitar 1.2 m x 1.2 m.
Pendopo-pendopo untuk beribadah

Luar biasa…saya bener-bener merasa kalau saya sedang berada di padang rumput hijau nan indah. Tertarik dengan tempat ini, saya putuskan untuk berdoa disini, kebetulan memang tidak terlalu banyak orang, hanya 2 pendopo yang digunakan saat itu, dan saya perhatikan sejenak mereka sepertinya fokus menelaah Firman Tuhan.

Berbicara dengan Tuhan sambil merasakan tiupan angin sore, suara jangkrik yang sudah mulai kedengaran, benar-benar bisa membawaku ke dunia bawah alam sadar yang membuatku terhempas dan puas berkata-kata.


Luar Biasa, saya tidak menyangka di tengah keramaian Jakarta-Depok, ada tempat seindah ini. Mungkin bagi orang-orang yang merindukan suasana seperti ini, sama seperti saya, boleh datang ke tempat ini, karena memang tempat ini terbuka untuk semua denominasi gereja, karena memang tempat ini di desain agar kita boleh memiliki waktu yang kusyuk untuk berdoa kepada Tuhan. Bisa langsung berkunjung ke Jalan Jambu No.35, Pancoran Mas Depok, atau cek websitenya di House of Sacrifice. Semoga bermanfaat bagi kita semua.


_Life By Love And To Love_
God Bless

Jumat, 15 Desember 2017

Karena Mereka Lebih Berharga Dari Apapun Yang Aku Miliki



“Melepas genggaman akan apa yang selama ini aku anggap penting untuk menggapai apa yang saat ini aku anggap lebih berharga”

 
Kali ini, saya kembali mengangkat kisah pengalaman pribadi. Setiap orang pastinya pernah mengalami dilema dalam dirinya. Terlepas itu dilema dalam pekerjaan, keluarga, relasi, lingkungan, atau apapun itu. 

Dengan latar belakang didikan dan pengalaman hidup, dibesarkan dalam sebuah keluarga yang unik,  yang secara alami membentuk kepribadian, secara otomatis aku terbentuk menjadi pribadi yang menanamkan dalam benak “harus sukses”.

Sejak yang namanya mengecap dunia kerja, tak ada kata yang tak bisa bagiku, bahkan terkadang ada hal-hal yang sampai aku hiraukan termasuk juga jam makan, sehingga tak asing lagi ketika penyakit “tifus” kala itu pernah menjadi sahabat bagiku yang sampai saat ini masih berimbas.

Untuk hal apapun dalam kerja, lembur itu hal biasa bagiku. Bahkan walaupun sudah lembur, membawa kerjaan ke penginapan, menjadi hal yang biasa bagiku. Hari sabtu dan minggu bukan menjadi penghalang untuk tetap bekerja, demi sebuah kata yang namanya “kesuksesan”.

Bagiku, sukses itu harus dan wajib hukumnya, sehingga aku terus mengejar yang namanya sukses dengan segala upaya yang masih dalam jalur yang benar.
Seiring perjalanan waktu, yang namanya keinginan untuk sukses akhirnya sedikit demi sedikit pun bergeser.

Diawali ketika putri pertama yang Tuhan anugrahkan di tengah-tengah keluarga kecil kami, bagiku jarak jauh dengan suami begitu menyiksa rasanya. Sehingga dengan segala upaya dan doa kami berharap dan pasrah akan sebuah keyakinan untuk boleh berada dalam satu atap. Satu prinsi dalam kehidupanku bergeser akan arti sebuah kesuksesan.

Sampai akhirnya Tuhan menjawab doa kami, dan akhirnya bisa satu atap, walaupun dari sisi pekerjaan, agak berubah bidang, tapi tidak masalah bagiku. Karena pikirku, aku bisa belajar untuk meniti langkah awal lagi menuju kesuksesan kembali setelah bersama dengan suami.

Ternyata apa yang terjadi tidak seindah yang kubayangkan. Menjadi seorang ibu yang baru, ternyata begitu sulit untuk melepas dan meninggalkan si buah hati untuk yang namanya sebuah pekerjaan. Namun keinginan sukses yang telah tertanam hampir 18 tahun perjalanan hidup juga tidak bisa aku hilangkan. Sepertinya sudah mendarahdaging sebagai akibat bentukan panjang.

Keinginan untuk resign pernah terbersit untuk menjadi ibu rumahtangga penuh waktu, tetapi tak bisa kupungkiri kalau obsesi ku menjadi orang sukses ternyata lebih besar. Berhubung tidak disetujui oleh pasangan dan keluarga untuk resign, akhirnya perjalanan berada dalam dunia kerja pun tetap berjalan.

Menjadi working mom akhirnya menjadi sebuah rutinitas yang aku jalani hari lepas hari. Tapi tak bisa dipungkiri juga, sebagian besar waktu yang kumiliki adalah untuk pekerjaan. Tak jarang juga, sesekali aku masih bawa pekerjaan untuk dikerjakan di rumah. Walupun untuk satu hal, aku disiplin untuk selalu pulang tepat waktu ke rumah. Dan mungkin, selain usaha tetapi berkat Tuhan juga, penilaian yang selalu aku peroleh setiap semester dalam pekerjaan selalu memuaskan.

Sampai akhirnya Tuhan anugrahkan kemballi putri kedua di tengah-tengah kami, gejolak antara keinginan akan sebuah kesuksesan dengan kebutuhan anak akan kasih sayang semakin terasa. 

Selain latarbelakang kelahiran putri kedua yang sangat bersejarah bagi kami, waktu membawaku kepada sebuah ikatan yang tidak bisa kuelakkan lagi. Waktu membawaku kepada sebuah kondisi yang harus lekat dengan anak-anak yang Tuhan anugrahkan. Berpisah beberapa hari dengan mereka bisa membuatku berurai airmata bahkan sampai sakit.

Sempat terpikir dalam pikiranku, kenapa dilema ini ada. Kenapa aku tidak bisa puas dengan apa yang menjadi keinginan yang menurutku penting dan baik.

Sampai akhirnya aku dipertemukan dengan sebuah kalimat dalam sebuah buku Be the best Mom You Can Be, “Pencarian identitas dan makna merupakan hal yang penting dalam pengalaman hidup manusia. Dunia menghargai dan melihat identitas dengan sebaik apa “nilai” kita. Tetapi berhentilah mencari pengakuan dari dunia karena sesungguhnya semua itu hanya sementara dan membuat kita senantiasa merasa tidak puas. Jika kita bisa keluar dari definisi kesuksesan dunia, kita dapat berhenti menjadi begitu cemas dan kita dapat benar-benar menghargai siapa kita untuk keluarga kita.”

Kondisi ini menjadi titik awal bagiku kembali untuk mengkalibrasi setiap keinginan-keinginan hatiku. Tidak mudah untuk tiba-tiba berbalik dari apa yang selama ini telah membentuk alam pikiranku. Tapi menyadari semuanya, aku berjuang dan akan terus berjuang untuk terus fokus kepada sebuah tujuan kekekalan terkhusus buat anak-anak. Sampai akhirnya sebuah kalimat terbersit dalam alam pikiranku “Melepas genggaman akan apa yang selama ini aku anggap penting untuk menggapai apa yang saat ini aku anggap lebih berharga”. Ya, waktu dan masa depan mereka adalah lebih berharga dari apa yang menjadi impian dan keinginan kesuksesanku selama ini. Mereka lebih berharga dari apapun yang pernah kumiliki.

_Life By Love And To Love_
God Bless Us

Selasa, 10 Oktober 2017

Lactacyd Baby, Perlindungan yang Tepat untuk si Kecil Kesayanganku



Yang namanya berkesan pasti selalu diingat. Masih teringat jelas, pertama sekali saya menggunakan produk Lactacyd Baby tepatnya 1 bulan sejak kelahiran anak pertama saya, Bella, tepatnya April 2014. Saat itu kulit anak saya Bella kemerah-merahan di setiap lipatan-lipatan kulit di leher, paha dan juga lengannya. Saat itu, atas saran teman di kantor, saya sempat mencoba sebuah lotion, saya lupa apa merknya, namun bukannya membaik malah kulit bella semakin memerah dan menipis. Akhirnya tetangga saya saat itu menyarankan untuk menggunakan Lactacyd Baby.

Namanya ibu-ibu belum berpengalaman, masih anak pertama, saya takut salah lagi dalam memilih produk yang tepat, dan akhirnya malah semakin berakibat fatal. Akhirnya saya mulai googling, dan akhirnya saya tau bahwa Lactacyd Baby adalah cairan yang berguna untuk membersihkan, merawat, dan menjaga kulit bayi supaya tetap bersih, segar, dan juga lembut. 

Akhirnya saya putuskan untuk langsung melakukan pencarian ke warung terdekat. Kebetulan saat itu tahun 2014 saya berada di salah satu desa kecil, Desa Talawi, Sumatera Barat, sekitar 3-4 jam perjalanan dari kota Padang. Dan bukan sebuah hal yang menakjubkan, jangankan mall, minimarketpun tidak kita temukan di desa ini, namun hanya warung-warung tradisional yang dimiliki warga sekitar.

Sangat saya sayangkan ketika saat itu saya tidak menemukan Lactacyd Baby di desa itu. Sampai akhirnya saya menemukan solusi, kebetulan teman kantor saya ada yang sedang melanjutkan studi di salah satu Universitas Swasta di Kota Padang. Kesempatan emas bagi saya, dan akhirnya saya titip untuk dibelikan, dan 2 (dua) hari berikutnya saya pun mendapatkan Lactacyd Baby.
Mungkin kita penasaran, apa yang kelebihan Lactacyd Baby? Bagi yang sudah menggunakan Lactacyd Baby pasti produk ini sudah dalam bayangan, dan paling tidak dari kemasan Lactacyd Baby, kita dapat mengetahui banyak informasi tentang produk ini.

Lactacyd Baby merupakan brand internasional
Lactacyd Baby merupakan brand internasional yang sudah terpercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan. Pada kemasannya kita dapat melihat bahwa Lactacyd Baby diproduksi oleh PT Pharma Health Care yang mendpat lisesni dari Sanofi Winthrop Industries Paris.
Apa yang membuat Lactacyd baby internasional? Jika kita telusuri lebih kanjut, Sanofi merupakan satu dari lima perusahaan farmasi terbesar di dunia, setelah Pfizer, Bristol-Myers, Squibb, Novarits, dan GlaxoSmithKline yang berada di paris dan telah Sanofi telah beridir di Indonesia dari tahun 1969, sehingga sudah terpercaya berpuluh-puluh tahun terkhusus di bidang pelayanan kesehatan.

Lactacyd Baby memiliki kandunga alami ekstrak susu
Lactacyd Baby memiliki kandunga alami ekstrak susu yaitu Lactic acid dan lactoserum yang terdapat pada susu. Ternyata Lactic acid dan lactoserum yang terdapat dalam kandungan Lactacyd Baby dapat membersihkan, merawat dan menjaga kulit bayi tetap bersih dari baktri jahat, segar, cerah dan lembut.
Kalau mau memastikan kandungan ini, kita bisa cek juga pada detail kandungan Lactacyd Baby pada setiap kemasan. 

Lactacyd Baby diformulasi dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi
Pada kotak kemasannya juga dapat kita lihat bahwa Lactacyd Baby memiliki pH 3-4 yang pastinya sangat baik untuk menjaga keseimbangan pH kulit bayi. Kenapa pH ini menjadi sangat penting? Kita ketahui bahwa pH kulit orang dewasa sangat berbeda dengan pH kulit bayi, yang pastinya mengakibatkan sensitivitas kulit berbeda juga, sehingga kita harus bisa menjaga pH kulit bayi agar tidak mudah terkena iritasi

Lactacyd Baby telah teruji secara dermatologi dan dapat digunakan setiap hari
Pastinya kita akan selalu berhati-hati untuk mendapatkan produk yang benar-benar aman dan teruji yang biasanya terdaftar di badan resmi pemerintahan, sehingga kita tidak perlu kawatir dengan issu-issu kelinci percobaan. Lactacyd baby telah diuji di BPOM dengan NA 18120700295.

Nah, setelah saya memperoleh Lactacyd Baby, saya tidak sabar lagi untuk melihat bagaimana cara penggunaannya ternyata cara pemakaiannya juga gampang, bisa dengan mengencerkan Lactacyd Baby dalam wadah mandi bayi, bisa digunakan seperti memakai sabun cair biasa untuk membersihkan wajah dan perawatan kulit, dan juga bisa digunakan seperti memakai shampoo untuk membersihkan kulit kepala.
Sejak sore itu, saya langsung teteskan Lactacyd Baby ke dalam air mandian Bella. Sehari pemakaian pastinya tidak langsung kelihatan hasilnya, apalagi kondisi kulit Bella sudah sempat semakin buruk karena kesalahan saya menggunakan lotion baby merk tertentu. Namun, satu minggu kemudian, perubahan kulit Bella sudah kelihatan, kulit Bella sudah semakin normal, merah dan ruam pada kulitnya sudah semakin berkurang sampai akhirnya kulit Bella benar-benar  segar, bersih, enak dilihat. Saya benar-benar jatuh cinta dengan Lactacyd Baby, dan akhirnya saya menggunakan Lactacyd Baby setiap Bella Mandi. Karena memang kondisi saya saat itu berada di pelosok, saya selalu titip ke suami 4 kotak setiap suami saya datang ke Talawi, kebetulan saat itu saya dengan suami dalam kondisi LDR (Long Distance Relationship), saya di Talawi-Sumatera Barat, sedangkan suami saya di Jakarta.
18 April 2016 melahirkan anak kedua saya, Feyla. Karena memang sudah jatuh cinta dengan Lactacyd Baby, saya tidak perlui ragu lagi, sehingga sebelum Feyla lahir, saya sudah persiapkan Lactacyd Baby, dan sejak Feyla lahir dan dibawa ke rumah, air mandi Feyla sudah saya campur dengan Lactacyd Baby untuk menjaga kulit Feyla supaya tidak terkena iritasi-iritasi yang pernah dialami kakaknya dulu.
Itulah kenapa saya selalu percaya dan menggunakan Lactacyd Baby, selain kecintaan saya, pastinya juga sebagai ibu yang bijak tau yang terbaik buat anaknya.

Mari menjadi ibu bijak dan penuh cinta dengan perlindungan yang tepat untuk kulit si kecil setiap hari

Sabtu, 23 September 2017

LDR...Susah atau gampang sih?


Sumber gambar : IG Novanardita 

Long Dsitance Relationship tepatnya. Banyak hubungan yang berakhir menyedihkan karena masalah jarak dan tak sedikit juga yang berhasil menghadapi tantangan yang namanya LDR.
Kata pepatah bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Thats why...saya mau berbagi bagaimana pengalaman saya menjalani yang namanya LDR baik pada saat berpacaran sampai pada saat kami sudah menikah.

Memutuskan untuk mengaminkan doa dan mengikatkan janji untuk sebuah hubungan yang dipisahkan antar pulau bukanlah hal yang gampang. Saat itu saya berada di pulau Sumatera tepatnya Palembang sementara mantan pacar saya yang sekarang telah menjadi suami saya berada di kota Jakarta.

Memutuskan untuk memulai hubungan berpacaran dulu bukanlah keputusan untuk bersenang-senang atau untuk sebuah status atau apapun itu yang remaja sekarang sebut, tetapi keputusan untuk memulai sebuah masa pengenalan dan pertumbuhan yang lebih sebelum memasuki sebuah bahtera dalam pernikahan.

Banyak tantangan yang kita hadapi selama berpacaran jarak jauh, ketemuan hanya satu kali sebulan, beda dengan orang-orang lain yang setiap malam minggu bisa ketemuan dan jalan bareng. Nah, kalau kita...? hanya bisa ketemuan kalau cuti mantan pacar saya ini di approve, atau ketika saya ada jatah tugas ke jakarta. Pertemuan yang dirasakan pun cukup singkat, paling banyak 3 hari. Coba bayangkan, untuk ketemuan 3 hari saja kita harus korbankan biaya yang bisa dikatakan tidak sedikit dan harus korbankan jatah cuti dari kantor. Wueleh..wueleh..luar biasa yah tantangan jarak jauh ini.
Salah paham dalam komunikasi merupakan tantangan yang paling besar dan paling sering dihadapi. Bahasa SMS menurut saya dan menurut pacar saya, bisa berbeda. Dan tentunya hal-hal seperti ini sangat bisa menimbulkan konflik. Belum lagi gangguan sinyal yang tidak bisa kita prediksi.

“Telp yang sampai hampir 20-kali ga diangkat”
Bayangkan coba, disaat kamu pengen curhat dengan berbagai kepenatan yang kamu alami seharian itu, kamu telp pacar kamu sampai berkali-kali tapi ga diangkat-angkat. Emosi ga? Bisa-bisa makin penat yah? Hahahah. Tergantung orangnya sih. Tapi ternyata ada kondisi yang harus kita pahami, mungkin dia sedang di kamar mandi kebelet sakit perut mungkin. Mungkin dirinya sedang keluar rumah cari cemilan dan lupa bawa HP. Banyak kondisi yang tidak bisa kita lihat dari jauh.

“Curhatan kita yang sudah panjang lebar di telp, rasanya ditanggapin dengan datar”
Hahahahah...itulah jarak jauh, kita tidak bisa melihat tatapan mata pacar kita ketika berkomunikasi, kita tidak bisa melihat ekspresi wajahnya, mungkin dalam ekspresi kata-kata dia bukan orang yang ahli. Perlu pemahaman.

“Godaan untuk tidak setia”
Tantangan yang juga tidak bisa dianggap sepele adalah, lingkungan. Saya seorang karyawati dan aktif dalam sebuah pelayanan alumni mahasiswa dan juga pelayanan guru sekolah minggu yang tentunya sering bertemu dengan cowok-cowok yang memiliki karakter, penampilan yang unik. Demikian juga pacar saya, seorang karyawan dan aktif juga dalam sebuah pelayanan alumni yang tentunya juga sering bertemu dengan wanita cantik, manis, berpenampilan lebih, baik, dan sebagainya. Kalau kata pepatah “rumput tetangga lebih hijau cinnnnn...” hehehehe. Sering bertemu, bercerita, melakukan aktivitas yang sama dalam waktu-waktu yang rutin tidak lah hal yang tidak mungkin bagi kami untuk tidak tergoda bukan, karena kita juga manusia.

Berat sih.. tetapi itulah liku-liku hubungan jarak jauh. Ada yang berhasil, ada yang tidak. Tergantung kita dan pasangan kita. Apa yang mendasari kita mengawali hubungan kita dan apa tujuan kita dulunya ketika kita memulai hubungan itu.
Saya mau berbagi, beberapa hal yang kami lakukan bersama sepanjang menjalani hubungan jarak jauh:


  1. PA Bersama
Hmmmm...kedengaran rohani bangat yah..??? Tapi, itulah yang kami lakukan. Ketemuan hanya satu kali dalam satu bulan, kami akan selalu sempatkan untuk PA bersama, tentunya topik yang kami bahas adalah topik yang relevan dengan masa-masa pacaran. Kami sama-sama meyakini, kedewasaan dan pertumbuhan rohani yang lebih baik akan semakin memampukan kami menghadapi konflik-konflik yang ada. Ga usah serius-serius amat, ambil tempat yang santai aj. Kalau kami dulu, pernah PA di Ancol, Solaria, KFC, Taman dan sebagainya. Intinya bawa santai aj, sembari menikmati alam dan kebersamaan dengan pacar, mari kita nikmati Firman Tuhan.

  1.  Berdoa bersama
Rohani lagi yah...??? hahahah.. tapi, kembali mau saya katakan, kami meyakini bahwa hal-hal seperti ini yang membuat kami kuat dan semakin dimampukan melewati konflik yang ada. Tapi, btw kok bisa yah berdoa bersama? Kan jarak jauh? Bisa dong.. Kita itu sering berdoa lewat telp, pakai headset. Teknis nya bebas, kalau kami sih, terkadang yang pimpin pacar saya, terkadang saya, terkadang saya mulai doa, trus dilanjut dan ditutup sama pacar saya.
  1. Ceritakann
Apa maksudnya ini ceritakan..??? Artinya, katakan semuanya apa yang ada dalam hati kita. “Kita ingin pasangan kita menanyakan apa yang kita rasakan?”, “Kita ingin pasangan kita memberikan hadiah di momen-momen special?”. Katakan semuanya, karena pasangan kita bukanlah peramal atau dukun bahkan Tuhan yang bisa menebak dan mengetahui apa isi hati kita.

  1. Saling percaya
Ini menjadi yang sangat penting dalam menjalani hubungan. Karena ketidakpercayaan terhadap pasangan akan membuat kita sensistif bahkan mudah berpikiran negatif terhadap pasangan. Percaya saja dan doakan bahwa kita adalah satu-satunya wanita/pria di hati pasangan kita.  Ini sangat membantu kita menghadapi isu-isu yang mungkin beredar terkait relasi pasangan kita di lingkungannya supaya tidak memicu konflik dalam hubungan.
 
Ada beberapa orang yang saya kenal yang akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan mereka karena tantangan hubungan jarak jauh. Hidup adalah pilihan, tidak ada yang salah, kita adalah manusia biasa yang juga memiliki pilihan-pilihan dan impian masa depan masing-masing dalam hidup.
Tapi ada baiknya, jika kita dari awal telah meyakini bahwa partner yang saat ini ada dalam hubungan spesial kita adalah pilihan dari Tuhan dan Jawaban dari Tuhan atas doa-doa kita akan kerinduan kita selama ini dalam teman hidup, mari hadapi tantangan itu, wujudkan impianmu bersama Teman Hidup yang telah Tuhan pilihkan bagimu. Jangan biarkan waktu yang kita lewati selama ini bersama dia, menjadi kenangan semata.


_Life by love and to love_
 God Bless

Alumni yang Profesional & Berintegritas

Dua minggu lalu, saya dan suami memutuskan untuk mengikuti sebuah seminar alumni yang diselenggarakan oleh PERKANTAS Jakarta. Tidak kebetu...