Sabtu, 23 September 2017

LDR...Susah atau gampang sih?


Sumber gambar : IG Novanardita 

Long Dsitance Relationship tepatnya. Banyak hubungan yang berakhir menyedihkan karena masalah jarak dan tak sedikit juga yang berhasil menghadapi tantangan yang namanya LDR.
Kata pepatah bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Thats why...saya mau berbagi bagaimana pengalaman saya menjalani yang namanya LDR baik pada saat berpacaran sampai pada saat kami sudah menikah.

Memutuskan untuk mengaminkan doa dan mengikatkan janji untuk sebuah hubungan yang dipisahkan antar pulau bukanlah hal yang gampang. Saat itu saya berada di pulau Sumatera tepatnya Palembang sementara mantan pacar saya yang sekarang telah menjadi suami saya berada di kota Jakarta.

Memutuskan untuk memulai hubungan berpacaran dulu bukanlah keputusan untuk bersenang-senang atau untuk sebuah status atau apapun itu yang remaja sekarang sebut, tetapi keputusan untuk memulai sebuah masa pengenalan dan pertumbuhan yang lebih sebelum memasuki sebuah bahtera dalam pernikahan.

Banyak tantangan yang kita hadapi selama berpacaran jarak jauh, ketemuan hanya satu kali sebulan, beda dengan orang-orang lain yang setiap malam minggu bisa ketemuan dan jalan bareng. Nah, kalau kita...? hanya bisa ketemuan kalau cuti mantan pacar saya ini di approve, atau ketika saya ada jatah tugas ke jakarta. Pertemuan yang dirasakan pun cukup singkat, paling banyak 3 hari. Coba bayangkan, untuk ketemuan 3 hari saja kita harus korbankan biaya yang bisa dikatakan tidak sedikit dan harus korbankan jatah cuti dari kantor. Wueleh..wueleh..luar biasa yah tantangan jarak jauh ini.
Salah paham dalam komunikasi merupakan tantangan yang paling besar dan paling sering dihadapi. Bahasa SMS menurut saya dan menurut pacar saya, bisa berbeda. Dan tentunya hal-hal seperti ini sangat bisa menimbulkan konflik. Belum lagi gangguan sinyal yang tidak bisa kita prediksi.

“Telp yang sampai hampir 20-kali ga diangkat”
Bayangkan coba, disaat kamu pengen curhat dengan berbagai kepenatan yang kamu alami seharian itu, kamu telp pacar kamu sampai berkali-kali tapi ga diangkat-angkat. Emosi ga? Bisa-bisa makin penat yah? Hahahah. Tergantung orangnya sih. Tapi ternyata ada kondisi yang harus kita pahami, mungkin dia sedang di kamar mandi kebelet sakit perut mungkin. Mungkin dirinya sedang keluar rumah cari cemilan dan lupa bawa HP. Banyak kondisi yang tidak bisa kita lihat dari jauh.

“Curhatan kita yang sudah panjang lebar di telp, rasanya ditanggapin dengan datar”
Hahahahah...itulah jarak jauh, kita tidak bisa melihat tatapan mata pacar kita ketika berkomunikasi, kita tidak bisa melihat ekspresi wajahnya, mungkin dalam ekspresi kata-kata dia bukan orang yang ahli. Perlu pemahaman.

“Godaan untuk tidak setia”
Tantangan yang juga tidak bisa dianggap sepele adalah, lingkungan. Saya seorang karyawati dan aktif dalam sebuah pelayanan alumni mahasiswa dan juga pelayanan guru sekolah minggu yang tentunya sering bertemu dengan cowok-cowok yang memiliki karakter, penampilan yang unik. Demikian juga pacar saya, seorang karyawan dan aktif juga dalam sebuah pelayanan alumni yang tentunya juga sering bertemu dengan wanita cantik, manis, berpenampilan lebih, baik, dan sebagainya. Kalau kata pepatah “rumput tetangga lebih hijau cinnnnn...” hehehehe. Sering bertemu, bercerita, melakukan aktivitas yang sama dalam waktu-waktu yang rutin tidak lah hal yang tidak mungkin bagi kami untuk tidak tergoda bukan, karena kita juga manusia.

Berat sih.. tetapi itulah liku-liku hubungan jarak jauh. Ada yang berhasil, ada yang tidak. Tergantung kita dan pasangan kita. Apa yang mendasari kita mengawali hubungan kita dan apa tujuan kita dulunya ketika kita memulai hubungan itu.
Saya mau berbagi, beberapa hal yang kami lakukan bersama sepanjang menjalani hubungan jarak jauh:


  1. PA Bersama
Hmmmm...kedengaran rohani bangat yah..??? Tapi, itulah yang kami lakukan. Ketemuan hanya satu kali dalam satu bulan, kami akan selalu sempatkan untuk PA bersama, tentunya topik yang kami bahas adalah topik yang relevan dengan masa-masa pacaran. Kami sama-sama meyakini, kedewasaan dan pertumbuhan rohani yang lebih baik akan semakin memampukan kami menghadapi konflik-konflik yang ada. Ga usah serius-serius amat, ambil tempat yang santai aj. Kalau kami dulu, pernah PA di Ancol, Solaria, KFC, Taman dan sebagainya. Intinya bawa santai aj, sembari menikmati alam dan kebersamaan dengan pacar, mari kita nikmati Firman Tuhan.

  1.  Berdoa bersama
Rohani lagi yah...??? hahahah.. tapi, kembali mau saya katakan, kami meyakini bahwa hal-hal seperti ini yang membuat kami kuat dan semakin dimampukan melewati konflik yang ada. Tapi, btw kok bisa yah berdoa bersama? Kan jarak jauh? Bisa dong.. Kita itu sering berdoa lewat telp, pakai headset. Teknis nya bebas, kalau kami sih, terkadang yang pimpin pacar saya, terkadang saya, terkadang saya mulai doa, trus dilanjut dan ditutup sama pacar saya.
  1. Ceritakann
Apa maksudnya ini ceritakan..??? Artinya, katakan semuanya apa yang ada dalam hati kita. “Kita ingin pasangan kita menanyakan apa yang kita rasakan?”, “Kita ingin pasangan kita memberikan hadiah di momen-momen special?”. Katakan semuanya, karena pasangan kita bukanlah peramal atau dukun bahkan Tuhan yang bisa menebak dan mengetahui apa isi hati kita.

  1. Saling percaya
Ini menjadi yang sangat penting dalam menjalani hubungan. Karena ketidakpercayaan terhadap pasangan akan membuat kita sensistif bahkan mudah berpikiran negatif terhadap pasangan. Percaya saja dan doakan bahwa kita adalah satu-satunya wanita/pria di hati pasangan kita.  Ini sangat membantu kita menghadapi isu-isu yang mungkin beredar terkait relasi pasangan kita di lingkungannya supaya tidak memicu konflik dalam hubungan.
 
Ada beberapa orang yang saya kenal yang akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan mereka karena tantangan hubungan jarak jauh. Hidup adalah pilihan, tidak ada yang salah, kita adalah manusia biasa yang juga memiliki pilihan-pilihan dan impian masa depan masing-masing dalam hidup.
Tapi ada baiknya, jika kita dari awal telah meyakini bahwa partner yang saat ini ada dalam hubungan spesial kita adalah pilihan dari Tuhan dan Jawaban dari Tuhan atas doa-doa kita akan kerinduan kita selama ini dalam teman hidup, mari hadapi tantangan itu, wujudkan impianmu bersama Teman Hidup yang telah Tuhan pilihkan bagimu. Jangan biarkan waktu yang kita lewati selama ini bersama dia, menjadi kenangan semata.


_Life by love and to love_
 God Bless

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alumni yang Profesional & Berintegritas

Dua minggu lalu, saya dan suami memutuskan untuk mengikuti sebuah seminar alumni yang diselenggarakan oleh PERKANTAS Jakarta. Tidak kebetu...