Sumber gambar : IG Novanardita
Long Dsitance Relationship
tepatnya. Banyak hubungan yang berakhir menyedihkan karena masalah jarak dan
tak sedikit juga yang berhasil menghadapi tantangan yang namanya LDR.
Kata pepatah bahwa
pengalaman adalah guru yang paling berharga. Thats why...saya mau berbagi
bagaimana pengalaman saya menjalani yang namanya LDR baik pada saat berpacaran
sampai pada saat kami sudah menikah.
Memutuskan untuk
mengaminkan doa dan mengikatkan janji untuk sebuah hubungan yang dipisahkan antar
pulau bukanlah hal yang gampang. Saat itu saya berada di pulau Sumatera
tepatnya Palembang sementara mantan pacar saya yang sekarang telah menjadi suami
saya berada di kota Jakarta.
Memutuskan untuk
memulai hubungan berpacaran dulu bukanlah keputusan untuk bersenang-senang atau
untuk sebuah status atau apapun itu yang remaja sekarang sebut, tetapi
keputusan untuk memulai sebuah masa pengenalan dan pertumbuhan yang lebih
sebelum memasuki sebuah bahtera dalam pernikahan.
Banyak tantangan
yang kita hadapi selama berpacaran jarak jauh, ketemuan hanya satu kali sebulan, beda dengan
orang-orang lain yang setiap malam minggu bisa ketemuan dan jalan bareng. Nah,
kalau kita...? hanya bisa ketemuan kalau cuti mantan pacar saya ini di approve,
atau ketika saya ada jatah tugas ke jakarta. Pertemuan yang dirasakan pun cukup
singkat, paling banyak 3 hari. Coba bayangkan, untuk ketemuan 3 hari saja kita
harus korbankan biaya yang bisa dikatakan tidak sedikit dan harus korbankan
jatah cuti dari kantor. Wueleh..wueleh..luar biasa yah tantangan jarak jauh
ini.
Salah paham dalam
komunikasi merupakan tantangan yang paling besar dan paling sering dihadapi.
Bahasa SMS menurut saya dan menurut pacar saya, bisa berbeda. Dan tentunya
hal-hal seperti ini sangat bisa menimbulkan konflik. Belum lagi gangguan sinyal
yang tidak bisa kita prediksi.
“Telp yang sampai hampir 20-kali ga diangkat”
Bayangkan coba,
disaat kamu pengen curhat dengan berbagai kepenatan yang kamu alami seharian
itu, kamu telp pacar kamu sampai berkali-kali tapi ga diangkat-angkat. Emosi
ga? Bisa-bisa makin penat yah? Hahahah. Tergantung orangnya sih. Tapi ternyata
ada kondisi yang harus kita pahami, mungkin dia sedang di kamar mandi kebelet
sakit perut mungkin. Mungkin dirinya sedang keluar rumah cari cemilan dan lupa
bawa HP. Banyak kondisi yang tidak bisa kita lihat dari jauh.
“Curhatan kita yang sudah panjang lebar di telp, rasanya
ditanggapin dengan datar”
Hahahahah...itulah
jarak jauh, kita tidak bisa melihat tatapan mata pacar kita ketika
berkomunikasi, kita tidak bisa melihat ekspresi wajahnya, mungkin dalam
ekspresi kata-kata dia bukan orang yang ahli. Perlu pemahaman.
“Godaan untuk tidak setia”
Tantangan yang juga
tidak bisa dianggap sepele adalah, lingkungan. Saya seorang karyawati dan aktif
dalam sebuah pelayanan alumni mahasiswa dan juga pelayanan guru sekolah minggu
yang tentunya sering bertemu dengan cowok-cowok yang memiliki karakter,
penampilan yang unik. Demikian juga pacar saya, seorang karyawan dan aktif juga
dalam sebuah pelayanan alumni yang tentunya juga sering bertemu dengan wanita
cantik, manis, berpenampilan lebih, baik, dan sebagainya. Kalau kata pepatah
“rumput tetangga lebih hijau cinnnnn...” hehehehe. Sering bertemu, bercerita,
melakukan aktivitas yang sama dalam waktu-waktu yang rutin tidak lah hal yang
tidak mungkin bagi kami untuk tidak tergoda bukan, karena kita juga manusia.
Berat sih.. tetapi
itulah liku-liku hubungan jarak jauh. Ada yang berhasil, ada yang tidak.
Tergantung kita dan pasangan kita. Apa yang mendasari kita mengawali hubungan
kita dan apa tujuan kita dulunya ketika kita memulai hubungan itu.
Saya mau berbagi,
beberapa hal yang kami lakukan bersama sepanjang menjalani hubungan jarak jauh:
- PA Bersama
Hmmmm...kedengaran
rohani bangat yah..??? Tapi, itulah yang kami lakukan. Ketemuan hanya satu kali
dalam satu bulan, kami akan selalu sempatkan untuk PA bersama, tentunya topik
yang kami bahas adalah topik yang relevan dengan masa-masa pacaran. Kami sama-sama
meyakini, kedewasaan dan pertumbuhan rohani yang lebih baik akan semakin memampukan kami
menghadapi konflik-konflik yang ada. Ga usah serius-serius amat, ambil tempat yang santai aj.
Kalau kami dulu, pernah PA di Ancol, Solaria, KFC, Taman dan sebagainya.
Intinya bawa santai aj, sembari menikmati alam dan kebersamaan dengan pacar,
mari kita nikmati Firman Tuhan.
- Berdoa bersama
Rohani
lagi yah...??? hahahah.. tapi, kembali mau saya katakan, kami meyakini bahwa
hal-hal seperti ini yang membuat kami kuat dan semakin dimampukan melewati
konflik yang ada. Tapi, btw kok bisa yah berdoa bersama? Kan jarak jauh? Bisa
dong.. Kita itu sering berdoa lewat telp, pakai headset. Teknis nya bebas,
kalau kami sih, terkadang yang pimpin pacar saya, terkadang saya, terkadang
saya mulai doa, trus dilanjut dan ditutup sama pacar saya.
- Ceritakann
Apa
maksudnya ini ceritakan..??? Artinya, katakan semuanya apa yang ada dalam hati
kita. “Kita ingin pasangan kita menanyakan apa yang kita rasakan?”, “Kita ingin
pasangan kita memberikan hadiah di
momen-momen special?”. Katakan semuanya, karena pasangan
kita bukanlah peramal atau dukun bahkan Tuhan yang bisa menebak dan mengetahui
apa isi hati kita.
- Saling percaya
Ini menjadi yang sangat penting dalam menjalani
hubungan. Karena ketidakpercayaan terhadap pasangan akan membuat kita sensistif
bahkan mudah berpikiran negatif terhadap pasangan. Percaya saja dan doakan
bahwa kita adalah satu-satunya wanita/pria di hati pasangan kita. Ini sangat membantu kita menghadapi isu-isu
yang mungkin beredar terkait relasi pasangan kita di lingkungannya supaya tidak
memicu konflik dalam hubungan.
Ada beberapa orang
yang saya kenal yang akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan mereka karena
tantangan hubungan jarak jauh. Hidup adalah pilihan, tidak ada yang salah, kita
adalah manusia biasa yang juga memiliki pilihan-pilihan dan impian masa depan
masing-masing dalam hidup.
Tapi ada baiknya,
jika kita dari awal telah meyakini bahwa partner yang saat ini ada dalam
hubungan spesial kita adalah pilihan dari Tuhan dan Jawaban dari Tuhan atas
doa-doa kita akan kerinduan kita selama ini dalam teman hidup, mari hadapi
tantangan itu, wujudkan impianmu bersama Teman Hidup yang telah Tuhan pilihkan
bagimu.
Jangan biarkan waktu yang kita lewati selama ini bersama dia, menjadi kenangan
semata.
_Life by love and to love_
God Bless

Tidak ada komentar:
Posting Komentar