Selasa, 10 Oktober 2017

Lactacyd Baby, Perlindungan yang Tepat untuk si Kecil Kesayanganku



Yang namanya berkesan pasti selalu diingat. Masih teringat jelas, pertama sekali saya menggunakan produk Lactacyd Baby tepatnya 1 bulan sejak kelahiran anak pertama saya, Bella, tepatnya April 2014. Saat itu kulit anak saya Bella kemerah-merahan di setiap lipatan-lipatan kulit di leher, paha dan juga lengannya. Saat itu, atas saran teman di kantor, saya sempat mencoba sebuah lotion, saya lupa apa merknya, namun bukannya membaik malah kulit bella semakin memerah dan menipis. Akhirnya tetangga saya saat itu menyarankan untuk menggunakan Lactacyd Baby.

Namanya ibu-ibu belum berpengalaman, masih anak pertama, saya takut salah lagi dalam memilih produk yang tepat, dan akhirnya malah semakin berakibat fatal. Akhirnya saya mulai googling, dan akhirnya saya tau bahwa Lactacyd Baby adalah cairan yang berguna untuk membersihkan, merawat, dan menjaga kulit bayi supaya tetap bersih, segar, dan juga lembut. 

Akhirnya saya putuskan untuk langsung melakukan pencarian ke warung terdekat. Kebetulan saat itu tahun 2014 saya berada di salah satu desa kecil, Desa Talawi, Sumatera Barat, sekitar 3-4 jam perjalanan dari kota Padang. Dan bukan sebuah hal yang menakjubkan, jangankan mall, minimarketpun tidak kita temukan di desa ini, namun hanya warung-warung tradisional yang dimiliki warga sekitar.

Sangat saya sayangkan ketika saat itu saya tidak menemukan Lactacyd Baby di desa itu. Sampai akhirnya saya menemukan solusi, kebetulan teman kantor saya ada yang sedang melanjutkan studi di salah satu Universitas Swasta di Kota Padang. Kesempatan emas bagi saya, dan akhirnya saya titip untuk dibelikan, dan 2 (dua) hari berikutnya saya pun mendapatkan Lactacyd Baby.
Mungkin kita penasaran, apa yang kelebihan Lactacyd Baby? Bagi yang sudah menggunakan Lactacyd Baby pasti produk ini sudah dalam bayangan, dan paling tidak dari kemasan Lactacyd Baby, kita dapat mengetahui banyak informasi tentang produk ini.

Lactacyd Baby merupakan brand internasional
Lactacyd Baby merupakan brand internasional yang sudah terpercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan. Pada kemasannya kita dapat melihat bahwa Lactacyd Baby diproduksi oleh PT Pharma Health Care yang mendpat lisesni dari Sanofi Winthrop Industries Paris.
Apa yang membuat Lactacyd baby internasional? Jika kita telusuri lebih kanjut, Sanofi merupakan satu dari lima perusahaan farmasi terbesar di dunia, setelah Pfizer, Bristol-Myers, Squibb, Novarits, dan GlaxoSmithKline yang berada di paris dan telah Sanofi telah beridir di Indonesia dari tahun 1969, sehingga sudah terpercaya berpuluh-puluh tahun terkhusus di bidang pelayanan kesehatan.

Lactacyd Baby memiliki kandunga alami ekstrak susu
Lactacyd Baby memiliki kandunga alami ekstrak susu yaitu Lactic acid dan lactoserum yang terdapat pada susu. Ternyata Lactic acid dan lactoserum yang terdapat dalam kandungan Lactacyd Baby dapat membersihkan, merawat dan menjaga kulit bayi tetap bersih dari baktri jahat, segar, cerah dan lembut.
Kalau mau memastikan kandungan ini, kita bisa cek juga pada detail kandungan Lactacyd Baby pada setiap kemasan. 

Lactacyd Baby diformulasi dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi
Pada kotak kemasannya juga dapat kita lihat bahwa Lactacyd Baby memiliki pH 3-4 yang pastinya sangat baik untuk menjaga keseimbangan pH kulit bayi. Kenapa pH ini menjadi sangat penting? Kita ketahui bahwa pH kulit orang dewasa sangat berbeda dengan pH kulit bayi, yang pastinya mengakibatkan sensitivitas kulit berbeda juga, sehingga kita harus bisa menjaga pH kulit bayi agar tidak mudah terkena iritasi

Lactacyd Baby telah teruji secara dermatologi dan dapat digunakan setiap hari
Pastinya kita akan selalu berhati-hati untuk mendapatkan produk yang benar-benar aman dan teruji yang biasanya terdaftar di badan resmi pemerintahan, sehingga kita tidak perlu kawatir dengan issu-issu kelinci percobaan. Lactacyd baby telah diuji di BPOM dengan NA 18120700295.

Nah, setelah saya memperoleh Lactacyd Baby, saya tidak sabar lagi untuk melihat bagaimana cara penggunaannya ternyata cara pemakaiannya juga gampang, bisa dengan mengencerkan Lactacyd Baby dalam wadah mandi bayi, bisa digunakan seperti memakai sabun cair biasa untuk membersihkan wajah dan perawatan kulit, dan juga bisa digunakan seperti memakai shampoo untuk membersihkan kulit kepala.
Sejak sore itu, saya langsung teteskan Lactacyd Baby ke dalam air mandian Bella. Sehari pemakaian pastinya tidak langsung kelihatan hasilnya, apalagi kondisi kulit Bella sudah sempat semakin buruk karena kesalahan saya menggunakan lotion baby merk tertentu. Namun, satu minggu kemudian, perubahan kulit Bella sudah kelihatan, kulit Bella sudah semakin normal, merah dan ruam pada kulitnya sudah semakin berkurang sampai akhirnya kulit Bella benar-benar  segar, bersih, enak dilihat. Saya benar-benar jatuh cinta dengan Lactacyd Baby, dan akhirnya saya menggunakan Lactacyd Baby setiap Bella Mandi. Karena memang kondisi saya saat itu berada di pelosok, saya selalu titip ke suami 4 kotak setiap suami saya datang ke Talawi, kebetulan saat itu saya dengan suami dalam kondisi LDR (Long Distance Relationship), saya di Talawi-Sumatera Barat, sedangkan suami saya di Jakarta.
18 April 2016 melahirkan anak kedua saya, Feyla. Karena memang sudah jatuh cinta dengan Lactacyd Baby, saya tidak perlui ragu lagi, sehingga sebelum Feyla lahir, saya sudah persiapkan Lactacyd Baby, dan sejak Feyla lahir dan dibawa ke rumah, air mandi Feyla sudah saya campur dengan Lactacyd Baby untuk menjaga kulit Feyla supaya tidak terkena iritasi-iritasi yang pernah dialami kakaknya dulu.
Itulah kenapa saya selalu percaya dan menggunakan Lactacyd Baby, selain kecintaan saya, pastinya juga sebagai ibu yang bijak tau yang terbaik buat anaknya.

Mari menjadi ibu bijak dan penuh cinta dengan perlindungan yang tepat untuk kulit si kecil setiap hari

Sabtu, 23 September 2017

LDR...Susah atau gampang sih?


Sumber gambar : IG Novanardita 

Long Dsitance Relationship tepatnya. Banyak hubungan yang berakhir menyedihkan karena masalah jarak dan tak sedikit juga yang berhasil menghadapi tantangan yang namanya LDR.
Kata pepatah bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Thats why...saya mau berbagi bagaimana pengalaman saya menjalani yang namanya LDR baik pada saat berpacaran sampai pada saat kami sudah menikah.

Memutuskan untuk mengaminkan doa dan mengikatkan janji untuk sebuah hubungan yang dipisahkan antar pulau bukanlah hal yang gampang. Saat itu saya berada di pulau Sumatera tepatnya Palembang sementara mantan pacar saya yang sekarang telah menjadi suami saya berada di kota Jakarta.

Memutuskan untuk memulai hubungan berpacaran dulu bukanlah keputusan untuk bersenang-senang atau untuk sebuah status atau apapun itu yang remaja sekarang sebut, tetapi keputusan untuk memulai sebuah masa pengenalan dan pertumbuhan yang lebih sebelum memasuki sebuah bahtera dalam pernikahan.

Banyak tantangan yang kita hadapi selama berpacaran jarak jauh, ketemuan hanya satu kali sebulan, beda dengan orang-orang lain yang setiap malam minggu bisa ketemuan dan jalan bareng. Nah, kalau kita...? hanya bisa ketemuan kalau cuti mantan pacar saya ini di approve, atau ketika saya ada jatah tugas ke jakarta. Pertemuan yang dirasakan pun cukup singkat, paling banyak 3 hari. Coba bayangkan, untuk ketemuan 3 hari saja kita harus korbankan biaya yang bisa dikatakan tidak sedikit dan harus korbankan jatah cuti dari kantor. Wueleh..wueleh..luar biasa yah tantangan jarak jauh ini.
Salah paham dalam komunikasi merupakan tantangan yang paling besar dan paling sering dihadapi. Bahasa SMS menurut saya dan menurut pacar saya, bisa berbeda. Dan tentunya hal-hal seperti ini sangat bisa menimbulkan konflik. Belum lagi gangguan sinyal yang tidak bisa kita prediksi.

“Telp yang sampai hampir 20-kali ga diangkat”
Bayangkan coba, disaat kamu pengen curhat dengan berbagai kepenatan yang kamu alami seharian itu, kamu telp pacar kamu sampai berkali-kali tapi ga diangkat-angkat. Emosi ga? Bisa-bisa makin penat yah? Hahahah. Tergantung orangnya sih. Tapi ternyata ada kondisi yang harus kita pahami, mungkin dia sedang di kamar mandi kebelet sakit perut mungkin. Mungkin dirinya sedang keluar rumah cari cemilan dan lupa bawa HP. Banyak kondisi yang tidak bisa kita lihat dari jauh.

“Curhatan kita yang sudah panjang lebar di telp, rasanya ditanggapin dengan datar”
Hahahahah...itulah jarak jauh, kita tidak bisa melihat tatapan mata pacar kita ketika berkomunikasi, kita tidak bisa melihat ekspresi wajahnya, mungkin dalam ekspresi kata-kata dia bukan orang yang ahli. Perlu pemahaman.

“Godaan untuk tidak setia”
Tantangan yang juga tidak bisa dianggap sepele adalah, lingkungan. Saya seorang karyawati dan aktif dalam sebuah pelayanan alumni mahasiswa dan juga pelayanan guru sekolah minggu yang tentunya sering bertemu dengan cowok-cowok yang memiliki karakter, penampilan yang unik. Demikian juga pacar saya, seorang karyawan dan aktif juga dalam sebuah pelayanan alumni yang tentunya juga sering bertemu dengan wanita cantik, manis, berpenampilan lebih, baik, dan sebagainya. Kalau kata pepatah “rumput tetangga lebih hijau cinnnnn...” hehehehe. Sering bertemu, bercerita, melakukan aktivitas yang sama dalam waktu-waktu yang rutin tidak lah hal yang tidak mungkin bagi kami untuk tidak tergoda bukan, karena kita juga manusia.

Berat sih.. tetapi itulah liku-liku hubungan jarak jauh. Ada yang berhasil, ada yang tidak. Tergantung kita dan pasangan kita. Apa yang mendasari kita mengawali hubungan kita dan apa tujuan kita dulunya ketika kita memulai hubungan itu.
Saya mau berbagi, beberapa hal yang kami lakukan bersama sepanjang menjalani hubungan jarak jauh:


  1. PA Bersama
Hmmmm...kedengaran rohani bangat yah..??? Tapi, itulah yang kami lakukan. Ketemuan hanya satu kali dalam satu bulan, kami akan selalu sempatkan untuk PA bersama, tentunya topik yang kami bahas adalah topik yang relevan dengan masa-masa pacaran. Kami sama-sama meyakini, kedewasaan dan pertumbuhan rohani yang lebih baik akan semakin memampukan kami menghadapi konflik-konflik yang ada. Ga usah serius-serius amat, ambil tempat yang santai aj. Kalau kami dulu, pernah PA di Ancol, Solaria, KFC, Taman dan sebagainya. Intinya bawa santai aj, sembari menikmati alam dan kebersamaan dengan pacar, mari kita nikmati Firman Tuhan.

  1.  Berdoa bersama
Rohani lagi yah...??? hahahah.. tapi, kembali mau saya katakan, kami meyakini bahwa hal-hal seperti ini yang membuat kami kuat dan semakin dimampukan melewati konflik yang ada. Tapi, btw kok bisa yah berdoa bersama? Kan jarak jauh? Bisa dong.. Kita itu sering berdoa lewat telp, pakai headset. Teknis nya bebas, kalau kami sih, terkadang yang pimpin pacar saya, terkadang saya, terkadang saya mulai doa, trus dilanjut dan ditutup sama pacar saya.
  1. Ceritakann
Apa maksudnya ini ceritakan..??? Artinya, katakan semuanya apa yang ada dalam hati kita. “Kita ingin pasangan kita menanyakan apa yang kita rasakan?”, “Kita ingin pasangan kita memberikan hadiah di momen-momen special?”. Katakan semuanya, karena pasangan kita bukanlah peramal atau dukun bahkan Tuhan yang bisa menebak dan mengetahui apa isi hati kita.

  1. Saling percaya
Ini menjadi yang sangat penting dalam menjalani hubungan. Karena ketidakpercayaan terhadap pasangan akan membuat kita sensistif bahkan mudah berpikiran negatif terhadap pasangan. Percaya saja dan doakan bahwa kita adalah satu-satunya wanita/pria di hati pasangan kita.  Ini sangat membantu kita menghadapi isu-isu yang mungkin beredar terkait relasi pasangan kita di lingkungannya supaya tidak memicu konflik dalam hubungan.
 
Ada beberapa orang yang saya kenal yang akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan mereka karena tantangan hubungan jarak jauh. Hidup adalah pilihan, tidak ada yang salah, kita adalah manusia biasa yang juga memiliki pilihan-pilihan dan impian masa depan masing-masing dalam hidup.
Tapi ada baiknya, jika kita dari awal telah meyakini bahwa partner yang saat ini ada dalam hubungan spesial kita adalah pilihan dari Tuhan dan Jawaban dari Tuhan atas doa-doa kita akan kerinduan kita selama ini dalam teman hidup, mari hadapi tantangan itu, wujudkan impianmu bersama Teman Hidup yang telah Tuhan pilihkan bagimu. Jangan biarkan waktu yang kita lewati selama ini bersama dia, menjadi kenangan semata.


_Life by love and to love_
 God Bless

Rabu, 24 Juni 2015

Dua Anak Kecil Yang Terpaksa Berjuang Untuk Hidup Di Kota Jakarta

Hari ini pulang kantor seperti biasa saya langsung menuju Duren Kalibata, titik temu jemputan antara saya dan suami, supaya tidak terlalu jauh mutarnya, mengingat kota Jakarta terlalu padat dan macet dengan ribuan kendaraan yang ada di dalamnya.

Namun, hari ini menjadi hari yang tak biasa, karena biasanya suami yang biasanya lebih dahulu tiba dibanding saya. Saya kebetulan menunggu di depan warung bakso, di pinggiran Mall Duren Kalibata, persis di bawah jembatan layang. Saya minta ijin duduk di salah satu kursi milik bapak tukang bakso.

Sembari menunggu, saya melayangkan pandangan ke seluruh titik sudut yang bisa dijangkau oleh pandangan saya saat itu. Dan di sebuah perhentian lampu merah, kebetulan ada  pertigaan, saya melihat dua orang anak kecil, yang dari satu kendaraan ke kendaraan lain, memukul-mukul sebuah botol aqua yang berisi pasir dan bebatuan, dengan mulut yang komat kamit. Saya tidak tahu persis apakah dia bernyanyi atau berpuisi, tapi yang pasti dia mengharapkan imbalan jasa dari setiap orang yang ada di kendaraan yang mereka masuki. Dari perawakannya, sepertinya mereka masih berusia 8 – 10 tahun, dengan tinggi kurang lebih 90-100 cm.

Ntah kenapa, pandangan saya tidak henti-hentinya mengarah kepada dua anak ini. Hati saya terenyuh, merasa iba, dan kasihan, tidak seharusnya anak di usia seperti ini dibebankan untuk mencari uang. Beberapa menit kemudian, karena lampu merah sudah berubah jadi hijau, kedua anak ini berteduh di bawah pohon kering, yang kebetulan ada di pertigaan jalan.

Persis di bawah pohon tempat anak-anak ini berteduh dan bermain sembari menunggu lampu hijau, terlihat seorang wanita paruh baya, yang sedang asyik dengan handphone di tangannya. Usianya menurut terawangan saya masih muda, mungkin sekitaran 30-35 tahun. Awalnya saya berpikir kalau wanita ini mungkin orang yang sama seperti saya, sedang menunggu seseorang atau sedang menunggu angkutan. Namun, saya terkejut ketika tiba-tiba, karena lampu hijau sudah berubah menjadi lampu merah, wanita ini memanggil kedua anak tersebut, saya kurang tau persis apa yang diomongkan mereka, tetapi dari gerak dan arahan tangannya, saya melihat si wanita sedang mengarahkan si anak (kepada anak yang yang lebih kecil, saya melihat tangan si ibu menunjuk ke lampu merah, dan kepada anak yang yang lebih basar, tangan si ibu mengarah ke dekat jembatan). Dan seketika pembicaraan selesai, kedua anak ini berjalan sesuai dengan arah tangan si ibu menunjuk ketika mereka berbicara.

Kondisi ini terjadi berulang, setiap pergantian lampu merah ke hijau, anak-anak kembali ke bawah pohon, dan setiap pergantian lampu hijau ke merah, wanita itu memberi arahan. Dan dalam kondisi itu, wanita tersebut hanya asyik memainkan handphone nya.
Hati saya langsung terhenyak. “What...???”. Ternyata mereka tidak bekerja dengan kemauan sendiri tetapi dengan arahan dan pimpinan seorang wanita. Saya tidak tau persis apakah wanita itu adalah ibu dari anak-anak ini, atau mereka hanya alat saja.

Mata saya perih, serasa mau meneteskan air mata, saya alihkan pandangan saya dari mereka, dan ntah kenapa hati kecil saya tiba-tiba bernyanyi kecil “Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat, bahwa kita mesti banyak berbenah, memang bila kita kaji lebih jauh, dalam kekalutan, masih banyak tangan yang tega berbuat nista....by Ebiet G Ade”.

Saya alihkan pandangan saya ke jam tangan yang saya pakai, 16.29 Wib, sudah 20 menit ternyata saya duduk terdiam di tempat ini. Saya buka tas, dan ambil handphone, saya pengen memastikan, jangan-jangan suami sudah tiba daritadi tanpa saya sadari. Ternyata, belum ada message dari suami, saya tekan tombol dan kirim sms “bunda sudah di depan warung..”. Saya tutup Handphone dan masukkan kembali ke dalam tas.

Seketika saya melihat anak yang paling kecil yang saya perhatikan dari tadi ternyata sedang berada di warung bakso dimana saya duduk menunggu suami saya. Dengan jelas saya melihat dan mendengar alat musik yang terbuat dari botol aqua yang berisi pasir dan batu kerikil itu. Dan beberapa menit kemudian, dia menyodorkan tangan, meminta sekedar seikhlas hati dari orang-orang yang sedang makan bakso pada saat itu.

Keluar dari warung, saya memanggil si anak, dan memberikan duit receh yang kebetulan ada di tangan saya saat itu. Si anak berlari, dan dari jauh saya melihat dia bercerita dengan kawannya yang satu lagi. Dengan wajah sumringah dia bercerita dan menunjuk jarinya ke arah tempat saya duduk, seolah-olah dia berkata “saya dapat duit..darimana?..dari situ nah, dari orang-orang yang duduk di warung bakso”
Seketika itu juga..suami saya tiba di tempat saya menunggunya..

Saya belajar satu hal, betapa polos dan sucinya hati seorang anak yang dianugrahkan Tuhan ke dalam hidup setiap orang. Betapa polosnya seorang anak melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Betapa polosnya seorang anak mengungkapkan kebahagiaannya kepada orang lain. Mari berikan mereka apa yang seharusnya mereka dapatkan di usia kanak-kanaknya, kasih sayang dan pengayoman dari orangtua yang mengasihinya.


_Life by love and to love_

God Bless us

Senin, 27 April 2015

Belajar Mencukupkan Diri


Banyak hal dalam hidup ini yang bisa kita jadikan cermin pembelajaran. Dan saya yakin bukan sebuah kebetulan Tuhan mengijinkan kita untuk berada ataupun mungkin jatuh dalam sebuah kesalahan (Bukan berarti saya mentolerir kita jatuh kepada sebuah kesalahan).

Tulisan saya kali ini membahas tentang uang yang merupakan kebutuhan pokok setiap orang. Karena tanpa uang kita tidak bisa melakukan apa pun dan banyak orang yang berani melakukan apa saja bahkan mempertaruhkan dirinya untuk uang.

Dalam tulisan ini saya hanya ingin menceritakan bagaimana saya mendengarkan kata hati dan kehendak Tuhan.

Beberapa bulan terakhir ini, saya dan suami sedang memikirkan bisnis alternatif untuk menambah penghasilan, karena banyak hal yang harus kami benahi dari sisi keuangan keluarga kami.

Suatu hari, saya melihat postingan teman saya yang detailnya adalah bonus yang diterimanya di hari itu. Keesokan harinya, saya melihat postingan yang sama dengan jumlah bonus yang lebih besar. Demikian juga hari hari berikutnya, kalau ga salah sampai 1 minggu berikutnya. Siapa yang ga penasaran sih. Akhirnya dengan rasa penasaran saya bbm dia dan tanya-tanya tentang bisnisnya. Saya pelajari, awalnya menurut saya ga masalah sih, karena lebih kepada pemasaran emas, dimana setiap kita mengajak orang membeli emas disana, kita mendapat komisi 500 ribu dari 1 orang.

Setelah 1 bulan, saya berniat untuk bergabung dengan bisnis tersebut. Tapi sebelum saya bergabung, diingatin oleh suami saya, sampai waktu itu saya tertunda 1 hari untuk mendaftar karena suami saya bertanya.
“yakin mau bergabung? Ini MLM loh. Saya kenal kamu bangat, tipe orang yang paling ga bisa melakukan suatu hal yang dianggap banyak orang salah.”
Dengan yakin, saya jawab “kok ga yakin? Emang apa salahnya sih  jalanin bisnis MLM? Apa bedanya denga orang-orang yang jadi agen rumah, mobil, dll, yang mana setiap mereka membawa pembeli, mereka mendapat komisi? Ini kan sistemnya saja.”
“Okaylah, saya ingatin saja, memang sih di alkitab ga ada dinyatakan ini salah atau benar, saya juga masih pengen belajar tentang sistem bisnis nya MLM”

Dan akhirnya saya bergabung. Dua minggu sejak bergabung, saya mendapat bonusnya, dan dengan cara yang sama yang dilakukan oleh teman saya, saya langsung upload di sosmed.
Senengnya ga ketulungan, karena banyak yang penasaran. Dan salah seorang yang penasaran tadi, akhirnya mengingatkanku bahwa bisnis itu adalah bisnis yang salah, berskema ponzi, dan tidak legal.
Dalam waktu yang sama, saya klarifikasi satu persatu, dari legalitas perusahaan sampai kepada skema ponzi yang dimaksud.

Malam harinya, saya ceritakan kepada suami, kalau saya baru saja diingatin tentang bisnis yang sedang kita jalani bahwa bisnis ini tidak baik dan berskema ponzi. Akhirnya kita berdiskusi,
“Hmmmm, dimana letak salahnya katanya? “
“Inikan berskema ponzi, artinya pihak yang di atas lebih diuntungkan sementara pihak yang di bawah yang menjadi kaki-kakinya dirugikan”
“Loh, apa bedanya dengan perusahaan yah, kan bos kita yang sudah jauh di atas kita juga sekarang kerjaannya tinggal ongkang-ongkang kaki dan ttd, yang ngerjakan kan bawahannya”
“Iya ya ayah, trus kalau seperti  grosir-grosir itu, dia kan juga punya agen yah kan ayah untuk menyebarkan produknya”
“Atau begini aja deh, kita browsing dulu artikel-artikel yang berkaitan dengan itu”
Akhirnya kita sepakat browsing artikel, dan kita menemukan artikel yang kebetulan banyak diungkapkan di www.wabina.org seperti berikut :
  1. MLM bukan pyramid?
  2. MLM = Menipu Lewat Menjual
  3. RRC melarang MLM
  4. MLM yang resmi
Yang menarik dalam artikel ini,jikalaupun seorang kristiani tergiur dengan MLM, hanya jika:
a.       Menjual produk yang bersaing dengan produk sejenis di pasar baik secara mutu maupun harga
b.      Produk juga dijual kepada umum  ( di USA ada peraturan yang menentukan penjualan 30% kepada umum, ini untuk menunjukkan kualitas mutu dan harga secara bersaing dan distributor tidak termotivasi  membeli barang yang tidak diperlukan demi mengejar komisi) 

Selesai membaca artikel-artikel itu, hati kami tersentuh dan membuat kami kembali merenung, tapi jujur kita masih membenarkan diri nih.
“Brarti disini ga ada salahnya kan yah? Hanya kepada motivasinya yah ayah?”
“Iyah sih. Kembali ke motivasi kita masing-masing. Sekarang, coba tanya hati kita, apa iya kita jalanin bisnis ini mengarah kepada supaya kita bisa mendapat uang semata?, jangan pada akhirnya kita hanya bermain-main dengan logika dan membenarkan semuanya dengan logika yang ada”
Sehari kemudian, kembali sebelum beristirahat, kita bahas tentang MLM.
“Ayah, iya yah.. Kenapa kita harus jalanin bisnis ini? Kan memang karena duit kan? Kalau dipikir-pikir, sampai kapan kita akan puas dengan uang yang kita miliki?”
“Nah itu dia yang ayah bilang dari awal, sangat susah untuk mendeteksinya”
“Kalau dipikir-pikir yah, benar juga, darimanalah si PT ini dapat keuntungan yah, baru saja daftarin anggota baru sudah dapat bous 500 ribu”
“Yah kan jelas sebenarnya Bun, yah dari duit yang 3,6 juta itu, kan ada voucer 2,5 juta, itulah diputar-putarnya semua”
“ouwww...iyah juga yah. Tapi kan katanya keuntungannya dapat dari penjualan emas yang dari voucer”. Tapi dalam hati, tapi iyah juga yah, kan baru daftar hari ini, kita besoknya sudah dapat bonus, belum lagi voucernya digunakan.

Setelah pembahasan itu, jujur aku sebenarnya tidak ada semangat lagi untuk jalanin bisnis ini.
Terkadang, ada waktu dimana saya juga bercerita ke orang-orang tentang apa salahnya bisnis MLM. Orang yang saya pilih untuk diskusi adalah orang-orang yang semasa lajangnya aktif di pelayanan. Secara garis besar, mereka menyatakan bahwa MLM itu bukan bisnis yang salah, tetapi merupakan strategi pasar. Tapi jujur, dalam hati saya jelas-jelas sudah mengatakan MLM ini salah, tapi yang namanya manusia yah, selalu mencari pembenaran diri..hahahaha

Semakin saya mencoba untuk mulai memperkenalkan bisnis ini ke orang-orang, disaat itu juga hati saya berkata “ Ayo juju, berhentilah. Mosok iyah sih ada bisnis yang dengan gampangnya bisa mendapatkan komisi sebesar itu?” Teringat kembali dengan pelajaran dulu-dulu, “Bekerja bukan hanya untuk uang walaupun uang itu dibutuhkan. Bekerja adalah cara kita untuk mewujudnyatakan siapa Allah kita melalui karya-karya kita”. “Kalau dengan mengajak orang terlibat dalam bisnis yang dengan cepat menghasilkan uang, itu artinya saya mewujudnyatakan bahwa Allah yang saya sembah adalah Allah yang hanya mengejar uang”. “Tidak..tidak..tidak..Allah yang saya sembah adalah Allah yang penuh kasih, Allah yang mengajarkan tentang arti dan makna hidup, dan itu bukan karena uang. Dan jika pada akhirnya orang-orang meletakkan ketenangannya di uang, dimanakah letak Allah dalam kehidupan kita”. Begitu banyak hal pernyataan-pernyataan yang timbul dalam benak saya.

Sampai akhirnya, sebulan kemudian saya menyerah dan benar-benar tidak akan memikirkan bisnis ini lagi. Tapi, saya mulai berpikir suatu alasan yang bisa diterima akal sehat, kenapa bisnis ini tidak baik (bukan berarti saya mencari-cari kesalahan bisnis ini yah). Karena, ada banyak orang yang terlibat dalam bisnis ini, ada yang katanya sudah bertumbuh iman, dan ada juga orang awam yang belum tau apa itu pertumbuhan iman.

Salah satu hal yang tidak masuk akal saya dalam bisnis ini adalah penggunaan voucer. Kita diijinkan memakai 1 voucer senilai 100.000 untuk 4 keping emas batangan antam 2 gram. Saya coba cek harga emas antam hari ini, 27 April 2015 di web antam untuk emas batangan @2gr adalah Rp. 1.050.000, dan sementara di PT ini adalah Rp. 1.150.000. Saya mengikuti aturan di PT, untuk menggunakan 1 voucer, saya harus membeli 4 keping emas batangan @2gr, berarti 4 x Rp.1.150.000 adalah Rp. 4.600.000 . Dan ketika saya bandingkan dengan harga emas di Antam, untuk emas batangan @2 gr 4 keping, saya cukup membayar 4.200.000. Artinya saya rugi 400 ribu setiap saya membeli emas dengan menggunakan voucer di tempat mereka. Alangkah berdosanya saya, ketika saya mengajak puluhan orang untuk membeli emas yang harganya jauh lebih mahal. Dan bagi saya ini adalah pembodohan.

Teman-teman pembaca, apa yang saya mau ceritakan disini bukan bermaksud buruk, tetapi alangkah baiknya kita menggunakan akal dan pikiran kita, dengan hitung-hitungan yang saya telah lakukan. Betapa banyaknya orang yang akan rugi secara finansial hanya karena kita.

Khusus bagi teman-teman yang mengatakan dirinya sudah berada pada pertumbuhan rohani/iman, mari dengarkan kata hatimu, Tuhan itu menegor kita, mengingatkan kita dengan cara yang sangat indah. Saya akui, saya lemah ketika akhirnya saya terjatuh dan tergoda dalam bisnis ini. Tetapi, syukur kepada Tuhan, saya masih diingatkan. Tak ada kata terlambat. Sebelum semakin banyak orang yang kita rekrut untuk rugi, mari ambil keputusan yang tepat.

_Life by love and to love_
God bless us

Alumni yang Profesional & Berintegritas

Dua minggu lalu, saya dan suami memutuskan untuk mengikuti sebuah seminar alumni yang diselenggarakan oleh PERKANTAS Jakarta. Tidak kebetu...